Logo Header Antaranews Riau

Kuli Bangunan Ingin Jadi Manajer Sapi

Selasa, 4 Juni 2013 10:38 WIB
Image Print

Bangkinang, (Antarariau.com) - Keinginan untuk mengubah nasib mendorong Suwardi yang sebelumnya berprofesi sebagai kuli bangunan ikut kegiatan pendidikan dan latihan yang diadakan di Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata di Kubang Jaya, Kecamatan Siakhulu, Kabupaten Kampar.

Kini berbekal ilmu yang diperoleh selama mengikuti Diklat, Suwardi menanamkan tekad untuk bisa menjadi manajer yang sukses di bidang peternakan sapi.

"Semangat itu terpacu karena sertifikat P4S sudah dalam genggamannya dan pinjaman modal sudah di depan mata. Saya ingin segera pulang ke Desa Bina Baru, Kecamatan Kampar Kiri Tengah untuk mengaplikasikan ilmu pertanian," katanya di Bangkinang, Selasa.

Di P4S yang digagas oleh H Jefry Noer selaku BUpati Kampar itu pola pikir dan wawasannya terbentuk untuk menjadi wirausaha yang berhasil.

Suwardi adalah satu dari 140 orang peserta P4S, yang dikukuhkan oleh Bupati Kampar, Jefry Noer. Ia yang memiliki tiga anak itu akan membuat proposal sebagai dasar mengajukan pinjaman.

"Mudah-mudahan modal segera mengucur dan saya bisa memenej anggota kelompok di kampung," ucapnya.

Kalau Suwardi sudah siap-siap untuk jadi pengusaha, Yahya Nurholis justru baru mau masuk ke 'kawah candradimuka' nya Pemkab Kampar itu.

Tekad dan semangatnya itu muncul setelah melihat keberhasilan ayahnya, Abdul Hanan.
Hanan angkatan ke-5 P4S di tahun 2012.

"Waktu itu ayah saya kebagian pinjaman dana bergulir Rp 60 juta. Ayah kemudian membeli 7 ekor sapi. Lima betina, sisanya jantan. Alhamdulillah, sapi-sapi itu sekarang sudah bunting semua," kisah warga Gunung Sahilan itu.

Acara di Kubang Jaya siang itu, tak hanya diisi dengan penutupan pelatihan P4S angkatan III
dan IV. Tapi juga sekaligus pembukaan pelatihan angkatan V dan VI.

Penanggungjawab P4S, Aliman Makmur merinci, dari 158 orang peserta pelatihan angkatan III dan IV, 18 orang tak lulus.

"Saya berharap, mereka benar-benar mempraktikkan ilmu yang didapat dari Kubang Jaya ini. Kalau semua kaidah yang ada mereka patuhi, saya yakin mereka akan sukses," katanya.

Jefry Noer pun mengingatkan peserta yang bakal ikut pelatihan. "Kalau mau main-main saja datang ke sini, lebih baik dari sekarang pulang. Anda datang ke sini, untuk menimba ilmu dan kemudian dibawa pulang untuk mengubah hidup. Bersungguh-sungguhlah, supaya mimpi kalian menjadi nyata, seperti nama tempat pelatihan ini, Karya Nyata," pintanya.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026