Logo Header Antaranews Riau

Wartawan Desak Proses Hukum Kekerasan Oknum AU

Senin, 12 November 2012 12:12 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau.com) - Sejumlah organisasi wartawan di Pekanbaru, Riau, mendesak proses hukum pelaku kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU terhadap tujuh orang jurnalis.

"Kami mendesak aparat untuk tetap konsisten dengan proses hukum atas kejadian pemukulan beberapa rekan kami beberapa waktu lalu," ujar Ketua Panitia Pembacaan Puisi Said Mufti, di Pekanbaru, Senin.

Desakan itu disampaikan dalam bentuk pembacaan puisi yang dilangsungkan oleh Solidaritas Wartawan (SOWAT) yang dijadwalkan berlangsung di Purna MTQ pada Senin, (12/12), mulai pukul 19.30 WIB.

Tindakan penganiayaan yang dialami tujuh orang jurnalis dan warga masyarakat terjadi saat para wartawan melakukan peliputan jatuhnya pesawat Hawk 200 milik TNI AU di Jalan Amal, Pasir Putih, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau pada Selasa, (16/10), sekitar pukul 09.30 WIB.

Acara pembacaan puisi, lanjut Said, bekerjasama dengan Dewan Kesenian Riau yang diisi dengan pembacaan puisi oleh pimpinan redaksi media di Riau, kemudian penyair Riau dan rekan-rekan wartawan.

"Acara akan dibuka oleh wartawan senior Kompas Syahnan Rangkuti yang memberi sambutan dan sekaligus menyampaikan tema acara, kemudian diikuti pembacaan puisi," katanya.

Koordinator SOWAT Syahnan Rangkuti menjelaskan, acara pembacaan puisi akan menampilkan sejumlah penyair kebanggaan warga masyarakat Riau seperti Taufik Ikram Jamil.

Kemudian pemilik Riau Pos Group Rida K Liamsi, Ketua PWI Riau Dheni Kurnia, Ketua IJTI Riau Yusril Ardanis, Ketua PJI Riau Taufik Hidayat, Pemred Riau Pos Raja Isyam dan sejumlah nama lainnya.

"Yang jelas, acara ini sebagai bentuk penderitaan kami. Karena dizholimi oleh oknum TNI AU ditengah menjalankan profesi yang mulia. Mudah-mudahan tergugah hati aparat hukum dan melanjutkan proses hukum yang sempat tertunda," ujaranya.

Sebelumnya, Ketua Umum PWI Margiono dengan tegas menyatakan pihaknya akan memantau terus proses hukum kekerasan yang dialami tujuh orang wartawan yang dilakukan oknum TNI AU di Pekanbaru, Riau.

"PWI akan memonitor terus supaya proses hukum dapat berjalan seperti aturan yang berlaku dan ini merupakan bagian dari tugas kita bersama sebagai wartawan," ujarnya menjawab ANTARA terkait lambannya penanganan kasus kekerasan yang dilakukan oknum TNI AU.

PWI menilai proses hukum oknum TNI AU Pekanbaru seperti Letkol Robert Simanjuntak dan kawan-kawannya dilakukan dengan wajar mengikuti prosedur yang telah ada.

Secara manusia, Letkol Robert Simanjuntak telah meminta maaf langsung kepada fotografer Riau Pos Didik yang disaksikan anggota Komisi I DPR, namun proses hukumnya tetap jalan.



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026