Atasi kejenuhan belajar daring dengan berbalas TikTok

id Belajar tiktok, tanoto foundation, sekolah dasar dumai

Atasi kejenuhan belajar daring dengan berbalas TikTok

Seorang siswi memanfaatkan apilkasi Tiktok untuk belajar. (ANTARA/dok)

Pekanbaru (ANTARA) - Sri Wahyuni guru SDN 005 Teluk Binjai, Kota Dumai, mulai merasakan para muridnya mengalami kebosanan mengikuti pembelajaran daring. Di antara penyebab kebosanan itu adalah pembelajarannya monoton, tidak menarik, dan serba penugasan.

“Bukan hanya siswa yang jenuh, orang tua murid juga turut merasakan hal yang sama,” kata Sri Wahyunibelum lama ini.

Memperhatikan gejala tersebut, lulusan S1 PGSD Universitas Terbuka tahun 2018 melakukan berbagai upaya untuk mengatasi kejenuhan siswa selama belajar daring. Beraneka aplikasi belajar telah diuji coba antara lain melalui Jitsi, Zoom, Learning Apps, Kahoot, Menti, Jamboard, Wordwall, dan terakhir dengan menggunakan TikTok.

Saat ini TikTok menjadi salah satu platform sosial media yang cukup popular, termasuk banyak digandrungi anak-anak muda dan juga siswa sekolah dasar. Terbesitlah ide Sri Wahyuni ingin membuat materi pembelajaran dengan menggunakan Tik Tok.

Pengguna bisa membuat, mengedit, dan berbagi klip video pendek lengkap dengan filter dan disertai musik sebagai pendukung. Materi yang diberikan terasa lebih menyenangkan bagi siswa.

Seorang guru memanfaatkan apilkasi Tiktok untuk belajar. (ANTARA/dok)


Pembelajaran di TikTok

Menurut Sri, guru bisa membuat konten video pembelajaran di TikTok dengan tiga tahapan.

Pertama, mencari ide pembuatan video yang menerapkan pembelajaran dengan unsur mengalami, interaksi, komunikasi, dan refleksi (MIKiR), serta dipandu dengan pertanyaan yang mendorong siswa berfikir produktif, imajinatif, terbuka (PIT), dan sesuai karakter mata pelajaran.

Kedua, menyiapkan script video. Mulai dengan membuat ide-ide opening yang menarik perhatian siswa, seperti menyapa siswa dengan hangat, memberi pertanyaan yang menarik keingintahuan siswa, ajakan melakukan percobaan atau berpraktik.

Pada bagian inti sampaikan materi pembelajaran yang kontekstual atau dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Kemudian dilanjutkan dengan penugasan atau memberikan tantangan untuk siswa dan penutup.

Ketiga, untuk merekam video gunakan HP. Bisa dibantu dengan tripod untuk membantu agar pengambilan gambar lebih stabil. Editing video bisa dilakukan langsung di TikTok atau menggunakan aplikasi editing video seperti VN atau Inshot.

Apabila ada gambar atau yang diperlukan, bisa dicari di laman penyedia gambar dan musik yang bebas hak cipta. Pilih yang sesuai dengan materi pembelajaran. Sisipkan teks atau tulisan berupa isi materi ataupun tugas yang akan diberikan kepada siswa.

“Alhamdulillah, respons siswa sangat cepat. Siswa juga banyak memiliki akun sendiri, atau nebeng dengan akun orang tuanya. Mereka juga diizinkan membalas tugas yang diberikan melalui TikTok,” jelas Sri.

Hagai Yobel Dachi, salah seorang murid mengaku sangat senang dengan konten pembelajaran melalui TiTok yang dibuat oleh gurunya.

“Saya senang dengan pelajaran dari guru kami menggunakan Tiktok. Mudah dipahami dan kami bisa menerapkan materi pembelajarannya di rumah,” kata Hagai.

Orangtua siswa pun turut memberikan tanggapan positif atas ide kreatif yang dilakukan oleh Sri Wahyuni. Menurutnya pembelajaran dengan TikTok adalah satu cara untuk menarik minat siswa belajar.

“Semenjak guru memberi materi lewat TikTok, anaknya lebih semangat karena bisa melihat visual gurunya dengan musik dan gambar yang menarik,” ujar orangtua dari Aga.

Hal senada juga disampaikan orang tua dari Fazila. “Dengan pembelajaran lewat tiktok, anak saya sudah bisa membuka sendiri tugasnya, dan mengerjakan sendiri tanpa bantuan orang tuanya,” katanya senang.

Kepala Sekolah SDN 005 Teluk Binjai Kota Dumai, Saini, SPd SD, juga memberikan respons yang baik atas konten pembelajaran menarik yang disajikan Sri Wahyuni. Apalagi dalam masa pandemi ini, sangat diperlukan terobosan pembelajaran yang menarik.

“Tingkat stres orang tua meningkat karena harus meluangkan waktu mendampingi anak-anak belajar di samping harus bekerja. Apalagi kalau orang tua yang memiliki anak banyak dan semua sekolah. Guru perlu kreatif merancang pembelajaran yang menarik minat anak. Salah satunya dengan media TikTok,” pesannya.

Hingga saat ini, Sri Wahyuni yang juga Fasda Pembelajaran Tanoto Foundation Dumai, terus mengembangkan kapasitasnya membuat konten pembelajaran menarik dengan beragam aplikasi.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2021