
KONI Riau Evaluasi Semua Cabor

Pekanbaru, (antarariau) - KONI Riau bakal mengevaluasi setiap cabang olahrga yang tampil jeblok saat PON XVIII/2012, dan kemungkinan besar akan banyak atlet yang tak lagi mendapatkan dana pembiayaan khusus.
"Pembinaan khusus akan dievaluasi, acauannya terhadap prestasi di PON," kata Kepala Bidang Bimbingan Prestasi KONI Riau, Sudarto, di Pekanbaru, Senin.
Setiap atlet dalam cabang unggulan peraih medali emas setiap bulannya mendapatkan dana pembinaan khusus dari KONI Riau. Namun, akibat prestasi yang merosot, akan banyak atlet terancam dicoret dari daftar penerama uang pembinaan khusus.
Salah satu cabang olahraga yang bakal dievaluasi adalah sepak takraw. Sudarto mengatakan, KONI Riau sebenarnya sangat mengharapkan takraw bisa menjadi lumbung medali emas.
Apalagi, para atlet takraw Riau sudah menjalani persiapan dengan pemusatan latihan di Thailand.
"Takraw yang jadi unggulan dari Riau, permainan yang bukan dari Jawa, tapi malah tidak ada medali sama sekali. Padahal pada PON sebelumnya kita dapat dua emas," katanya.
Kemudian, ia juga menyayangkan cabang dayung yang menargetkan 12 emas tapi hanya mampu mendapatkan tujuh emas.
"Cabang beladiri ada empat yang tak dapat sama sekali," katanya.
Riau berada pada peringkat enam dengan perolehan 43 medali emas, 39 perak dan 50 perunggu. Jumlah medali emas jauh dari target sebanyak 60 emas.
Hal itu membuat KONI Riau merasa tak puas selaku tuan rumah karena target prestasi tak terpenuhi. Riau sebenarnya menargetkan menjadi lima besar pada PON XVIII/2012.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

