
Calon Ketua KONI Riau ingatkan musprov segera dilaksanakan,

Pekanbaru, (ANTARA) - Calon Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Riau, Edi Basri menggelar silaturahmi bersama insan olahraga dan pengurus cabang olah raga di Provinsi Riau di Hotel Aryaduta, Selasa.
Dalam kesempatan itu dia menyampaikan kesiapannya untuk maju sebagai Ketua KONI Riau secara mentalitas dan semangat untuk mengabdi kepada olahraga di daerah setempat. Oleh karena itu dinamika jelang musyawarah provinsi merupakan hal yang biasa terlebih lagi sudah ada dukungan 38 cabor dan empat KONI kabupaten/kota.
"Saya sudah koordinasi dengan Sekretaris Jendral KONI pusat. Surat sudah disampaikan ke KONI Riau, musprov paling lambat 31 Maret. Jika tidak dilaksanakab berarti KONI Riau sudah mengabaikan perintah dan instruksi KONI pusat," katanya.
Menurutnya musprov merupakan tugas konstitusional yang jika tak dilaksanakan dianggap bisa tidak diterima lagi calon ketua ke depan. Dan tim penjaringan dan penyaringan Ketua KONI Riau adalah lembaga independen dan tak ada bandingannya.
TPP dibangun secara tunggal bersifat kolektif dan kelegial sehingga final dan mengikat karena anggotanya representatif dari cabor dan KONI. Untuk itu dia berharap calon lain jangan bersifat emosional lalu mencari kambing hitam.
"Tak apa-apa sebagai luapan emosional seketika tapi jangan berlanjut. Berikan contoh terbaik supaya jangan organisasi ini tendensi pribadi. Ini bukan perusahaan terbatas tapi milik rakyat Riau, saya wakil rakyat Riau dan saya juga kader Gerindra jangan dipermainkan dalam hal pemerintahan di republik ini," tegasnya.
Dirinya yakin dukungan solid dukungan untuk membawa perubahan 80 cabor yang ada. Dia juga akan mewujudkan perlindungan hukum terhadap atlet dan cabor yang sudah berkontribusi memberikan emas bagi Provinsi Riau.
Dikatakannya bahwa Riau mempunyai badan usaha milik daerah dan perusahaan besar. Tak ada alasan pemerintah daerah tak bisa berikan tempat untuk bekerja yang kayak bagi atlet yang sudah pensiun atau yang tidak punya peluang untuk bekerja.
"Itu kita tampung dan selamatkan masa depannya melalui dunia kerja di Riau. Jangan orang sudah berikan nama sesudah itu dibuang saja bahkan dijual. Zaman Edi Basri tak ada KONI menjual atlet apalagi menzalimi atlet," sebutnya .
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

