Logo Header Antaranews Riau

Mengait Tuah PON Di Tanah Melayu

Minggu, 16 September 2012 18:34 WIB
Image Print

Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII berpengaruh positif pada ajang Riau Ekspo 2012 di Purna MTQ, Bandar Serai, Kota Pekanbaru, Riau.

Kegiatan olahraga itu juga membuat masyarakat Indonesia makin tahu tentang keberadaan Provinsi Riau yang berada di daratan. Dalam pikiran sebagian masyarakat nusantara, Riau sama dengan Kepulauan Riau (Kepri), padahal Kepri wilayahnya berpulau-pulau yang telah ditetapkan menjadi provinsi.

Kemudian karena sebagian besar peserta PON menginap di Kota Pekanbaru, mereka jadi lebih mengenal ibu kota Provinsi Riau itu ketimbang Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki ibu kota di Pulau Bintan, Kota Tanjung Pinang.

"Minimal suvenir yang mereka beli akan dibawa pulang, misalnya yang dari Irian sana, wah ada Riau rupanya di Republik Indonesia ini. Kemudian ada juga Kota Pekanbaru di Indonesia ini, karena mereka telah datang dan membawa oleh-oleh," kata Koordinator Riau Ekspo 2012, Adizar.

Promosi tentang "Tanah Melayu Bumi Lancang Kuning", julukan bagi Provinsi Riau melalui Riau Ekspo menjadi lebih mudah karena bersamaan dengan pelaksanaan PON XVIII.

Riau Ekspo digelar mulai pada 8-16 September, sedangkan kegiatan olahraga empat tahunan di Tanah Air itu pada 9-20 September di 10 kabupaten/kota di Provinsi Riau.

"Keberadaan Riau Ekspo pada tahun ini memang diuntungkan dengan penyelengaraan PON, jadi promosi tentang Riau akan lebih luas," tambah Adizar yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi Daerah Provinsi Riau.

Riau Ekspo mengambil kesempatan yang luar biasa untuk mensukseskan PON, yakni sukses promosi daerah yang juga merupakan bagian dari sukses ekonomi kerakyatan sebagai salah satu sisi promosi menjadi lebih dikenal lagi di Nusantara.

Kalau dulu pesertanya yang ikut berpromosi dari pemerintah Provinsi Riau dan sekitarnya termasuk wilayah kabupaten/kota, tapi kali ini hampir seluruh Indonesia ikut berpromosi.

Selain Riau dengan kabupaten/kotanya, Riau Ekspo diikuti juga oleh antara lain perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Jakarta, Kepulauan Riau, dan sejumlah daerah di Jawa Timur dan Kalimantan Timur.

Kemudian Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, Kementerian Perindustrian, Kota Tangerang Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Lampung, Sulawesi Utara, Maluku, Kota Makassar, Kalimantan Selatan dan Provinsi Jawa Tengah.

Buka Peluang Bisnis

Riau Ekspo 2012 dinilai sebagai salah satu cara dalam membuka peluang Riau menjadi pusat ekonomi di Asia Tenggara berdasarkan visi dan misi Pemerintah Provinsi Riau pada tahun 2020 mendatang.

Selain dapat mempertemukan para pelaku usaha dalam membangun investasi, Riau Expo juga mampu membangkitkan perekonomian usaha kecil.

"Peluang Riau menjadi pusat ekonomi dan budaya di Asia Tenggara dapat terwujud. Selain pertumbuhan perekonomian Riau yang sangat bagus, juga memiliki potensi pembangkitan perekonomian seperti luasnya sumber daya alam terutama minyak dan gas," jelas Deputi Bidang Pengawasan dan Pengendalian Badan Koordinasi Penanaman Modal, Azhar Lubis.

Dia mengatakan, pada semester pertama 2012 Riau berada di posisi tiga nasional setelah Jawa Timur dan Jakarta ditilik dari pertumbuhan invetasinya, sedangkan pertumbuhan ekonomi juga berada di atas rata-rata nasional yakni 7,8 persen.

"Apalagi Riau merupakan daerah yang sangat strategis serta berpotensi potensial bagi Indonesia untuk dijadikan tujuan investasi di Indonesia," katanya lagi.

Gubernur Provinsi Riau HM Rusli Zainal menyampaikan, melalui Riau Ekspo yang diselengarakan berbarengan dengan PON diyakini dapat memberikan "multyplayer" efek terhadap perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di Riau.

"Tidak saja sebagai ajang pertemuan bisnis dan pameran bisnis saja, di Riau Expo ini juga rutin melibatkan pelaku usaha kecil untuk diberikan kesempatan mengembangkan usahanya," katanya.

Riau yang memiliki jumlah penduduk 6,4 juta jiwa dengan 12 kabupaten/kota diciptakan Tuhan sebagai daerah yang kaya akan sumberdaya alam seperti minyak bumi, gas bumi, batu bara, emas dan lain-lain.

Tak heran perusahaan minyak asal Amerika Serikat, Chevron sudah mengeksplorasi Riau sejak Indonesia belum merdeka dan berlanjut hingga sekarang.

Selain itu Riau juga kaya akan potensi perkebunan seperti karet, dan kelapa sawit yang mamiliki luas kebun 2,1 juta hektare yang mampu memproduksi minyak kelapa sawit mentah (CPO) sekitar tujuh juta ton per tahun.

Belum lagi dua raksasa perusahaan kertas dan bubur kertas di Tanah Air yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang berbendera APRIL berdiri di Kabupaten Pelalawan dan PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) dibawah APP berdiri di Kabupaten Siak.

Akankah tuah PON berlanjut terus di "Tanah Melayu"?.

Penulis: Muhammad Said, Pewarta LKBN ANTARA



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026