Jumlah kematian akibat COVID-19 di India lampaui 200.000 orang

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, corona

Jumlah kematian akibat COVID-19 di India lampaui 200.000 orang

Seorang pasien memakai masker oksigen saat dibawa ke rumah sakit COVID-19 untuk dirawat, di tengah penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), di Ahmedabad, India, Senin (26/4/2021). (REUTERS/Amit Dave/hp/cfo.)

Bengaluru (ANTARA) - Jumlah kematian akibat COVID-19 di India melonjak melewati 200.000 pada Rabu karena kekurangan oksigen, persediaan medis dan staf rumah sakit sehingga menambah rekor jumlah kasus baru virus di negara itu..

Gelombang kedua infeksi COVID-19 di India telah membuat setidaknya 300.000 orang per hari dites positif selama seminggu terakhir, membanjiri fasilitas kesehatan dan krematorium, dan mendorong respons internasional yang semakin mendesak.

Baca juga: Sebanyak 78.560 pasien COVID-19 dinyatakan sembuh dari RSD Wisma Atlet

Dalam 24 jam terakhir, 360.960 kasus baru dicatat, total satu hari terbesar di dunia, menjadikan total jumlah kasus COVID-19 di India hampir 18 juta. Kemudian, terdapat 3.293 kematian, hari paling mematikan sejauh ini, menjadikan korban tewas menjadi 201.187.

Para ahli percaya penghitungan resmi jauh di bawah perkiraan jumlah korban sebenarnya di negara dengan populasi 1,3 miliar itu.

Di ibu kota, New Delhi, ambulans berbaris berjam-jam untuk membawa korban COVID-19 ke fasilitas krematorium darurat di taman dan tempat parkir, tempat mayat dibakar di barisan kayu bakar.

Penderita virus Corona - banyak yang kesulitan bernapas - berkumpul di kuil Sikh di pinggiran kota, berharap untuk mengamankan beberapa pasokan oksigen yang tersedia di sana.

Polisi mengatakan kebakaran Rabu pagi di sebuah rumah sakit di pinggiran Mumbai menewaskan empat orang dan melukai beberapa lainnya.

Kecelakaan di rumah sakit telah menjadi keprihatinan besar bagi negara yang kekurangan tempat tidur dan persediaan oksigen.

Pekan lalu, kebakaran terjadi di sebuah rumah sakit yang merawat pasien COVID-19 dan tangki oksigen yang bocor di rumah sakit lain menyebabkan kematian 22 orang.

Pasokan oksigen dan peralatan penyelamat hidup mulai berdatangan di New Delhi, termasuk ventilator dan konsentrator oksigen dari Inggris, dengan lebih banyak dikirim dari Irlandia, Jerman, dan Australia.

Beberapa negara telah menangguhkan penerbangan dari India, mengambil langkah untuk mencegah varian virus yang lebih ganas. Presiden AS Joe Biden mengatakan dia telah berbicara panjang lebar dengan Perdana Menteri India Narendra Modi, termasuk kapan Amerika Serikat akan dapat mengirimkan vaksin ke negara itu.

"Saya pikir kami akan berada dalam posisi untuk dapat berbagi, berbagi vaksin serta pengetahuan dengan negara lain yang sangat membutuhkan. Itulah harapan," katanya kepada wartawan di Gedung Putih, Selasa.

Koordinator Departemen Luar Negeri AS untuk tanggapan global COVID-19, Gayle Smith, memperingatkan tantangan India akan membutuhkan upaya berkelanjutan: "Kita semua perlu memahami bahwa kita masih berada di garis depan. Ini belum mencapai puncaknya."

Baca juga: AS umumkan tambahan dukungan dana Rp50,75 miliar untuk vaksinasi Indonesia

Baca juga: Jumlah pasien COVID-19 dalam kamar perawatan ICU meningkat di Prancis


Sumber : Reuters

Penerjemah: Azis Kurmala

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar