Ini lima tips "backup" data digital untuk cegah kehilangan data

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,gadget

Ini lima tips "backup" data digital untuk cegah kehilangan data

Ilustrasi backup data ke penyimpanan cadangan. (ANTARA/HO/ Western Digital Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - Sejak adanya adaptasi kebiasaan baru (AKB), kegiatan pun hampir seluruhnya dialihkan menjadi kegiatan virtual yang pastinya berhubungan dengan penyimpanan data digital.

Misalnya seperti saat bekerja dari rumah atau work from home kita mengirimkan proposal kerjasama dalam bentuk digital atau pun bagi para pelajar yang menjalankan belajar dari rumah yang harus mengirimkan tugas sekolah atau kuliahnya dalam bentuk data digital.

Baca juga: Pakar Digital Imbau Masyarakat Untuk Tidak "Memposting" Data Privasi

Dengan kondisi seperti itu, melakukan backup data menjadi penting agar tidak ada dokumen digital penting yang hilang.

Maka dari itu Western Digital (WD), perusahaan yang bergerak di bidang penyimpanan data dan pembuatan hard disk drive,membagikan lima tips agar data digital anda tetap terlindungi.

1. Backup data otomatis

Backup data secara otomatis dapat menjadi salah satu solusi yang dapat anda lakukan agar anda terhindar dari insiden kehilangan data.

Solusi penyimpanan seperti cloud dan hard disk masa kini saat ini sudah memiliki fitur backup data yang otomatis sehingga anda tidak perlu repot secara manual memindahkan data ke lokasi penyimpanan data cadangan.

2. Buat sistem arsip yang rapi

Setelah menyimpan data digital anda baik foto, video, maupun dokumen di sistem penyimpanan data cadangan seperti di hard disk atau flashdisk baiknya setiap dua tahun sekali anda memeriksa dan menyusun data-data itu dalam sistem arsip yang rapi.

Tujuannya untuk mengurangi resiko kerusakan perangkat elektronik dan juga untuk mempermudah menemukan data yang anda perlukan.

3.Gunakan hardware atau software yang terenkripsi

Pada umumnya, data atau file paling rawan untuk hilang atau disalahgunakan ketika sedang ditransfer dari satu lokasi ke lokasi yang lain.

Dengan selalu menggunakan hardware dan software yang ter-enkripsi, maka file Anda akan lebih aman. Teknologi enkripsi sangat bermanfaat untuk melindungi data sensitif, termasuk informasi sensitif terkait file personal atau perusahaan.

4.Gunakan kata sandi

Gunakan kata sandi agar keamanan data tetap terjaga dan terhindar dari risiko dicuri atau disalahgunakan oleh pihak lain.

Saat ini sudah banyak flashdisk maupun hard disk yang telah memiliki teknologi tambahan kata sandi ini sehingga data anda aman dan terlindungi.

5.Aturan 3-2-1 untuk backup data

Ketika melakukan backup data, banyak orang yang bingung, dimana sebaiknya menyimpan semua file yang dimiliki? Dimana sebaiknya menyimpan “database”? Dalam hal backup data, sangatlah berisiko jika Anda hanya menyimpannya di satu perangkat tunggal – misalnya hanya di laptop. Sebab, jika terjadi kerusakan, akan sangat sulit untuk bisa mengembalikan data-data yang sudah hilang di perangkat tersebut. Untuk itu, ingatlah aturan 3-2-1 untuk backup data yang lebih aman:

• Anda harus memiliki minimal 3x salinan data

• Simpan 2 salinan data di 2 lokasi yang berbeda

• Simpan 1 salinan data secara offline

Sebagai contoh, Anda bisa mem-backup data ke laptop, cloud, dan smartphone, tapi pastikan untuk selalu memiliki cadangan data di 1 perangkat yang bisa diakses secara offline, seperti hard disk. Sehingga, Anda bisa mengakses data-data kapanpun dan dimanapun Anda berada.

Baca juga: Pengelolaan Data Digital Siak Masih Tergolong Lemah

Pewarta: Livia Kristianti

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar