
BEI Playschool tampilkan seni pertunjukan anak ramadhan di Mal Ciputra

Pekanbaru (ANTARA) - Murid TK BEI Playschool menampilkan seni pertunjukan bertema Ramadhan di Mal Ciputra Pekanbaru, Jumat, sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran yang bertujuan melatih keberanian dan menumbuhkan rasa percaya diri anak sejak usia dini.
Kegiatan tersebut diikuti murid berusia di bawah dua tahun hingga lima tahun yang tampil di atas panggung di hadapan para orang tua dan pengunjung mal. Anak-anak mempersembahkan berbagai penampilan seperti gerak dan lagu bertema Ramadhan, pembacaan doa, hingga hafalan ayat-ayat pendek Al-Qur’an.
Kepala Sekolah TK BEI Playschool, Muhartati Puja Kesuma, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari metode pembelajaran yang memadukan konsep bermain dan belajar bagi anak usia dini.
“Pendidikan di sekolah tidak akan berhasil tanpa dukungan kedua orang tua. Dan kami menginginkan peran imbang antara di sekolah dan di rumah, tidak masalah juga banyak bermain dulu,” kata Puja di sela kegiatan di Mal Ciputra Pekanbaru, Jumat.
Menurut dia, pendekatan pembelajaran untuk anak usia dini perlu menyesuaikan dengan karakter mereka yang cenderung menyukai aktivitas bermain. Karena itu, sekolah menerapkan metode belajar melalui permainan edukatif yang diselingi dengan berbagai materi pembelajaran.
Puja menjelaskan bahwa dalam kegiatan sehari-hari, para guru tidak hanya memberikan aktivitas bermain, tetapi juga menyisipkan pengenalan huruf, doa harian, serta hafalan ayat-ayat pendek Al-Qur’an dengan porsi yang disesuaikan dengan usia anak.
“Karena pada usia segitu anak-anak masih suka bermain. Jadi pola yang kami gunakan adalah bermain sambil belajar. Di sela permainan itu disisipkan juga pembelajaran dan hafalan Al-Qur’an dengan porsi yang sesuai,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tampil di atas panggung juga menjadi bagian dari proses pendidikan untuk melatih keberanian anak. Namun demikian, sekolah tidak memaksakan anak untuk langsung berani tampil jika belum siap.
Guru-guru, kata dia, lebih memilih pendekatan bertahap dengan membiasakan anak berada di lingkungan panggung sehingga rasa percaya diri mereka dapat tumbuh secara alami.
“Guru-guru juga menyebutkan untuk tidak memaksa anak untuk wajib berani tampil, beri waktu serta dibiasakan saja,” katanya.
Puja mengatakan kegiatan pentas seni tersebut juga memberikan kesempatan bagi para orang tua untuk melihat perkembangan anak mereka, khususnya dalam hal keberanian tampil di depan umum.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan kemampuan yang mereka miliki kepada orang tua.
“Penampilan ini juga untuk memberikan waktu bagi orang tua melihat anak berani tampil di atas pentas serta menunjukkan bakat anak kepada orang tua,” ujarnya.
Melalui kegiatan bertema Ramadhan tersebut, pihak sekolah juga memperkenalkan nilai-nilai keagamaan kepada anak secara sederhana dan menyenangkan, sehingga proses belajar tetap terasa ringan dan sesuai dengan tahap perkembangan anak.
Pewarta : Darto
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

