11 warga Pekanbaru terjangkit DBD sejak awal tahun

id Dbd,Dbd pekanbaru

11 warga Pekanbaru terjangkit DBD sejak awal tahun

Ilustrasi.

Pekanbaru (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengimbau warganya untuk mewaspadai Demam Berdarah Dengue (DBD) memasuki musim pancaroba antara panas dan hujan sesekali.

"Data kami mencatat sejak Januari sudah ada 11 kasus DBD di Pekanbaru," kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, dr Zaini Rizaldy Saragih di Pekanbaru, Selasa.

Jumlah kasus DBD itu, total terhitung sejak awal Januari hingga pekan kelima tahun 2021.

"Jumlah 11 kasus DBD itu dihimpun dari 21 Puskesmas yang tersebar di seluruh Kecamatan di Pekanbaru," katanya

Ia menyebut, trenkasus DBD tiap tahunnya tertinggi berada pada kecamatan pinggiran kota.

Misalkan di Kecamatan Marpoyan Damai ada empat kasus, Tenayan Raya, Tampan serta Bukit Raya masing-masing dua kasus, sedangkan Payung Sekaki satu kasus, sehingga total 11 Kasus.

"Di luar itu kecamatannya masih zero DBD," katanya.

Untuk itu ia mengimbau, agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Kebersihan lingkungan menjadi faktor utama. Lingkungan yang kumuh menjadi tempat bersarangnya nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.

Jika menemukan gejala-gejala DBD agar segera memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan. DBD sendiri harus mendapatkan penanganan yang cepat.

"Jika lambat dapat penanganan berbahaya, bisa berujung kematian. Karena DBD ini siklus nya turun naik," kata dia.

Diskes juga melakukan edukasi kepada masyarakat, melalui Puskesmas di setiap kecamatan dalam memerangi kasus DBD. Penyemprotan fogging juga dilakukan terhadap wilayah rawan tempat berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti.