
Hujan Minimalisasi Titik Api Riau

Pekanbaru (ANTARARIAU News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan hujan di sebagian besar wilayah Riau meminimalisasi titik api atau "hotspot" yang bermunculan beberapa hari lalu.
"Dari hasil monitoring satelit NOAA 18, titik api yang tadinya berjumlah enam, saat ini telah berkurang tinggal dua titik," kata analis BMKG Stasiun Pekanbaru Marzuki di Pekanbaru, Rabu.
Sebelumnya, kata dia, pertumbuhan titik api sempat mencapai enam titik tersebar di sebanyak lima wilayah kabupaten.
"Sementara untuk saat ini, itu hanya tinggal dua. Masing-masing yakni satu titik di Kabupaten Rokan Hilir dan satu titik lagi berlokasi di Kampar," katanya.
Menurutnya, berkurangnya jumlah titik api di Riau disebabkan hujan yang melanda Riau pada Selasa (8/5) lalu cukup merata, meski intensitasnya masih diantara ringan hingga sedang.
Pertumbuhan titik api bisa terus ditekan apabila hujan terus "membayangi" sebagain besar wilayah Riau di siang hingga sore hari, katanya.
Untuk prakiraan cuaca hari ini, demikian Marzuki, ada sebanyak sembilan wilayah kabupaten/kota yang berpotensi dilanda hujan ringan-sedang.
Maliputi Kabupaten Bengkalis, Siak, Kampar, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantansingingi dan Meranti serta Kota Dumai dan Ibukota Provinsi Riau, Pekanbaru.
"Sebagian wilayah ini berpotensi hujan pada pagi, siang dan sore hari. Namun beberapa diantaranya berpotensi hujan malam hingga dini hari," katanya.
Marzuki menjelaskan, pada Mei 2012 ini, diprakirakan jumlah distribusi hujan di Riau cukup tinggi terjadi mengingat telah masuknya musim transisi periode ke dua.
Sedangkan kosentrasi peluang hujan terbesar menurut dia, berpotensi terjadi disebagian wilayah Provinsi Riau bagian Barat, Tengah dan Selatan.
Hal itu menurutnya, disebabkan pergerakan massa udara yang dominan berasal dari arah Baratbersifat masih cukup basah hingga cukup banyak membawa uapan air.
"Hal ini yang mungkin akan dapat atau mampu menekan pertumbuhan titik api di Riau. Tapi perkiraannya hanya akan bertahan hingga pertengahan Mei 2012 saja. Karena setelah itu Riau akan kembali rawan kemunculan 'hotspot' mengingat musim yang telah berganti kemarau," katanya.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

