Yogurt jadi pilihan makanan penutup, sudah tepatkah kandungan proteinnya?

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara,kuliner

Yogurt jadi pilihan makanan penutup, sudah tepatkah kandungan proteinnya?

Ilustrasi frozen yogurt (ANTARA/HO)

Jakarta (ANTARA) - Frozen yogurt atau yogurt beku bisa menjadi salah satu pilihan makanan penutup Anda karena kandungan protein dan probiotiknya, menurut pakar diet dan nutrisi dari MesaAcademy Emilia E. Achmadi.

"Banyak orang menghindari makanan penutup karena khawatir dengan kandungan gulanya. Padahal, makanan penutup yang sehat dan natural seperti frozen yogurt sebenarnya memberi banyak manfaat. Kandungan kalsium, protein dan probiotik yang ada pada frozen yoghurt apalagi jika dikombinasikan dengan buah dan kacang-kacangan yang akan memberikan ekstra vitamin & mineral dan juga serat," kata dia dalam siaran persnya, ditulis Sabtu.

Baca juga: Resep salad quinoa bantu turunkan berat badan di tengah pandemi COVID-19

Laman Healthline mencatat, frozen yogurt juga mengandung 3-6 persen lemak susu, 111 kalori, 19 gram karbohidrat, 3 gram lemak, 3 persen potasium dan 6 persen fosfor.

Sebuah penelitian dari Harvard menunjukkan konsumsi yogurt saja bisa membantu menjaga berat badan karena adanya perubahan bakteri kolon dari yogurt yang dikonsumsi. Selain itu, asupan yogurt sehari-hari juga dapat melindungi dari penyakit jantung dan diabetes tipe-2. Temuan ini didapat setelah peneliti mengamati tiga kelompok yang terdiri dari 120.877 pria dan wanita tanpa obesitas dan penyakit kronis selama 20 tahun.

Di sisi lain, profesor kedokteran nutrisi di Columbia University Irving Medical Center, Marie-Pierre St-Onge dalam studinya , seperti dilansir New York Times, menemukan diet Mediterania yang menekankan pada makanan seperti sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, polong-polongan, biji-bijian, makanan laut, unggas, yogurt, rempah-rempah bisa bermanfaat untuk tidur yang lebih nyenyak adalah

Studi lain juga menunjukkan orang yang mengikuti pola diet jenis ini cenderung tidak menderita insomnia dan tidur pendek, meskipun lebih banyak penelitian diperlukan untuk mengkonfirmasi korelasi tidur dan pola makan.

Tetapi sebenarnya, menurut para ilmuwan ketika orang kurang tidur, mereka mengalami perubahan fisiologis yang dapat mendorong mereka untuk mencari makanan cepat saji.

Dalam uji klinis, orang dewasa sehat yang hanya diperbolehkan tidur empat atau lima jam semalam akan mengonsumsi lebih banyak kalori dan lebih sering memakan camilan sepanjang hari. Mereka mengalami lebih banyak rasa lapar dan preferensi mereka untuk makanan manis meningkat.

Khusus untuk frozen yogurt, llaollao yakni frozen yoghurt dari Eropa salah satu yang bisa dinikmati masyarakat Indonesia khususnya di kota Jakarta sejak 11 Desember lalu. Pihak Pelaga Group berencana membuka gerai di beberapa kota besar lainnya, seperti Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan.

"Kami sangat senang bisa kembali menghadirkan llaollao ke Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Konsumen yang kangen dan sudah lama tidak menikmati llaollao sekarang bisa menikmatinya lagi," kata Direktur Pelaga Group, Vancelia Wiradjaja.

"Kali ini, llaollao juga hadir di tengah tren masyarakat yang lebih mencari makanan sehat dan natural untuk menjaga kesehatan dan imunitas di masa pandemi sehingga harapannya dapat menjawab kebutuhan sebagai pilihan frozen yoghurt dengan rasa yang nikmat dan natural, sekaligus menyehatkan," sambung dia.

Baca juga: Diterapkan PSBB Total lagi, kejutan untuk para pengusaha kuliner

Baca juga: Resep "smoothie" alpukat dan pisang padat nutrisi dalam 10 menit


Pewarta: Lia Wanadriani Santosa