Logo Header Antaranews Riau

Kampar tetapkan desa-desa satelit pengembangan

Rabu, 18 Januari 2012 05:27 WIB
Image Print

Kampar, Riau, (ANTARARIAU News)- Pemerintah Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, telah menetapkan sejumlah desa di kawasan perbatasan dengan Kota Pekanbaru sebagai "desa satelit pengembangan ekonomi kota".

Demikian Bupati Kampar, H Jefry Noer, kepada ANTARA, di Kampar, Selasa, merespon kesiapan sejumlah kepala desa yang wilayah administratifnya berada di kawasan perbatasan dengan Kota Pekanbaru.

"Antara lain desa-desa yang ada di Kecamatan Tambang, yang posisinya memang sangat strategis, karena langsung berbatasan dengan Kota Pekanbaru, dan harus kita siapkan sebagai 'satelit' ibukota provinsi," katanya lagi.

Sementara itu, Zalka Putra, Kepala Desa Rimbo Panjang di Kecamatan Tambang, menanggapi positif kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar tersebut, dan menyatakan pihaknya sudah siap dijadikan satelit ibukota Riau.

"Kami mendukung kebijakan Bapak Bupati yang mengatakan, akan ada dampak besar bagi desa-desa kami akibat pesatnya perkembangan Kota Pekanbaru yang akan jadi kota metropolitan. Artinya, masyarakat ampar di perbatasan harus dapat merasakan, serta mesti siap jadi kawasan satelit," ujarnya.

Ia mengatakan hal itu juga ketika melantik 21 orang Kepala RT, enam Kepala RW dan dua Kepala Dusun se-desa Rimbo Panjang, di Kantor Kepala Desa Rimbo Panjang.

Zalka Putra berharap, para pimpinan RT, RW dan Dusun sebagai perpanjangan tangan kepala desa dapat mengimplementasikan rencana pengembangan Desa Rimbo Panjang sebagai salah satu 'satelit ibukota provinsi' tersebut.

"Sebab, untuk mencapai kemajuan dengan mengikuti dinamika di ibukota yang ada di tetangga kita, maka aparatur pemerintah desa harus berada di garda terdepan dalam beradaptasi dengan perubahan yang dihadapi," katanya.

Dengan begitu, menurutnya, perubahan-perubahan tersebut dapat diarahkan para pemimpina masyarakat pada posisi yang positif bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.

"Kepada semua komponen masyarakat juga saya harap harus dapat bersiap diri, agar kemajuan kota di tetangga kita tidak hanya menjadi tontonan, melainkan kita semua dapat terlibat langsung dan ambil bagian dengan perubahan yang terjadi," jelasnya.

Misalnya, lanjutnya, dengan memberdayakan semua potensi bagi kemajuan ekonomi kerakyatan di wilayah pedesaan perbatasan tersebut.

"Hal ini sejalan dengan cita-ciata Bupati Kampar untuk menjadikan Kabupaten Kampar sebagai kabupaten termaju di Provinsi Riau dalam kurun waktu dua tahun ke depan, maka Kepala Desan Rimbo Panjang bersama seluruh unsur aparatur desa, harus dapat mendukung dan bersinergi dengan program yang dijalankan bapak Bupati Kampar," tuturnya.

Salah satu kiat dari program Bupati Kampar untuk mempercepat komunikasi bagi berlangsungnya pemberdayaan di segala bidang, ialah, dengan menggelar sholat berjemaah setiap Jumat.

"Bahwa kemajuan tentunya harus bertumpu pada adanya keseimbangan antara pembangunan akhlak dan moral dengan pembangunan fisik. Selanjutnya pengembangan kesehatan jasmani dengan sehatnya rohani, sehingga mantap dalam bertarung di berbagai usaha ekononmi produktif secara jujur," ujarnya.

Ia lalu minta semua jajarannya selalu mempersiapkan diri melalui peningkatan kualitas sumberdayanya, termasuk maksimalisasi pelayanan publik, demi menggenjot bertumbuhnya investasi oleh penduduk tempatan maupun mereka yang datang berusaha di kawasan perbatasan kota ini.

"Sebagai Kades, tentu saya tidak ingin masyarakat di sini menjadi tamu di daerahnya sendiri, sebagaimana sering dikumandangkan Bupati Kampar pula," kata Zalka Putra.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026