Logo Header Antaranews Riau

Masyarakat diminta waspada flu burung

Senin, 16 Januari 2012 20:15 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Pekanbaru mengimbau masyarakat setempat mewaspadai penyebaran virus H5N1 atau flu burung mengingat di daerah lain di Tanah Air kembali didera isu kemunculan virus mematikan itu.

"Harapan kami seluruh warga Pekanbaru mewaspadai penularan virus H5N1 ini karena menghindari lebih baik daripada mengobati. Oleh sebab itu sebelum ada yang terjangkit hendaknya warga tetap waspada," kata Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distan) Pekanbaru Aryantoni di Pekanbaru, Senin.

Dia juga mengatakan, musim peralihan cuaca yang melanda sebagian besar Riau termasuk Pekanbaru berpotensi memunculkan virus flu burung hingga menjangkiti unggas peliharaan warga.

"Karena itu, kami menghimbau warga tetap waspada karena di daerah lain seperti di Pulau Jawa flu burung isunya mulai kembali menyerang," tuturnya.

Menurut Aryantoni, meskipun hingga saat ini Distan Pekanbaru belum menemukan kasus penularan flu burung di Pekanbaru, namun pihaknya terus melakukan monitoring ke lokasi permukiman peternak unggas.

Hal ini dilakukan, demikian Aryantoni, semata-mata untuk memberi arahan dan bimbingan kepada warga agar terhindar dari penularan virus H5N1.

"Kami mengharapkan warga peternak unggas selalu memperhatikan tata cara untuk menghindari virus flu burung tersebut dengan membersihkan selalu kandangternaknya, dan memeriksakan unggasnya ke dokter hewan," ujarnya.

Distan Pekanbaru, ujar Aryantoni, masih menjalankan tim monitoring kesehatan hewan ternak dan unggas, melalui tim "Partisipatory Disease Surveilance Respons" (PDSR) yang terdiri dari 12 orang dari gabungan dokter hewan dan sarjana Peternakan.

"Tim ini selalu melakukan monitoring di setiap kelurahan yang diperbantukan oleh kelurahan juga. Tim juga lansung terjun ke masyarakat untuk melakukan survei terhadap unggas dan ternak lainnya, sehingga sampai saat ini masih dalam pengawasan," imbuhnya.

Aryantoni juga berpesan agar warga proaktif memberikan laporan jika terjadi kasus kematian burung atau unggas secara mendadakuntuk memudahkan tim melindungi warga dari serangan virus flu burung.

"Kami mohon juga kerja sama dari warga, jika menjumpai kasus kematian unggas secara mendadak dan massal, laporkanlah ke kelurahan ataupun instansi yang berwenang, agar kasus tersebut bisa ditanggapi langsung," demikian Aryantoni.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026