
Kampar bangun Pustekpro-Ibbu

Kampar, Riau, (ANTARARIAU News) - Bupati Kampar, H Jefry Noer, di Kampar, Kamis, mengatakan, guna mengelola sumberdaya alam spesifik lokal, Pemerintah Kabupaten Kampar, segera membangun Pusat Teknologi Produksi Induk, Benih dan Bibit Unggul atau Pustekpro-Ibbu,
Pustekpro-Ibbu ini, menurutnya, akan dikoloborasikan dengan Pusat Pendidikan Terpadu 'Serambi Mekah' Kampar yang berlokasi di Desa Kualu Nenas dan Desa Sei Pinang Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
"Salah satu tugas utamanya, ialah, mengelola sumberdaya alam (SDA) spesifik lokal yang belum diteliti dan digarap dengan baik," katanya didampingi Wakil Bupati Kampar, H Obrahim Ali.
Ia mengatakan itu pada acara Ekspose Hasil Penelitian Badan Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Kampar, di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar.
Acara tersebut dihadiri Plt Sekretaris Daerah (SeKda) Kampar, Anizur, tim peneliti dari BPPT Jakarta, Balitnak Bogor, BPP Kemendagri Jakarta, BPTP provinsi Riau, UNRI Pekanbaru, UIN 'Susqo' Pekanbaru, BPHPS Kuok beserta seluruh pimpinan satuan kerja (Satker) dan camat.
Dikatakannya pula, sektor pertanian terpadu harus maju dan berdaya saing tinggi.
"Salah satu permasalahan yang dihadapi sehingga produktivitas kurang baik, adalah, karena sektor pertanian terpadu ini belum bagus," katanya.
Ia menambahkan, dengan penyediaan induk benih dan bibit berkualitas unggul, diyakini dapat meningkatkan produktivitas dalam usaha pertanian, perkebunan, perikanan serta peternakan.
Para pimpinan satuan kerja dimintanya menciptakan inovasi-inovasi dalam upaya perbaikan pembangunan sektor pertanian terpadu.
"Ini penting, agar dapat lebih maju dan berdaya saing tinggi serta bermanfaat bagi pertumbuhan ekonomi rakyat maupun daerah sesuai arah kebijakan lima pilar pembangunan," tuturnya.
Dalam kaitan itu, menurutnya, dibutukan penyempurnaan dokumen 'grand design' (desain besar) kawasan terpadu, agar dapat dijadikan bahan rekomendasi pembangunan Pustekpro-Ibbu selanjutnya.
Bupati Kampar kemudian mengucapkan terimakasih kepada tim peneliti dari BPPT Jakarta, Balitnak Bogor, BPP Kemendagri Jakarta, BPTP provinsi Riau, UNRI Pekanbaru, UIN Susqo Pekanbaru dan BPHPS Kuok yang telah bekerja keras dalam penelitian ini.
Sementara itu, Kepala Badan Penelitian Dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Kampar, Jalinus Mohd, mengatakan, pembangunan KabupatenN Kampar mengacu kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional.
Kedua rencana itu, lanjutnya, dituangkan dalam RPJM dan RPJP Kabupaten Kampar, dengan fokus lima pilar pembangunan,
"Semua itu akan berhasil sesuai rencana strategis, apabila seluruh Satker bersinergi dan berintegritas. Juga segala kegiatan didahului dengan kajian dan penelitian mengenai permasalahan pembangunan yang dihadapi dan dibutuhkan masyarakat," katanya.
Dikatakannya, pihak Balitbang Kampar telah melakukan berbagai kajian dalam rangka percepatan terwujudnya lima pilar pembangunan tersebut.
"Di antaranya, penelitian dan pengembangan teknologi peternakan tepat guna, bekerjasama dengan Balitnak Bogor dan UIN 'Susqo' Pekanbaru," paparnya.
Selain itu, menurutnya, penyusunan 'Grand Design' Pusat Pembibitan dan Perbenihan, bekerjasama dengan BPPT Jakarta.
"Juga ada pemetaan kesesuaian lahan dan wilayah komoditas unggul pertanian maupun perkebunan bekerjasama dengan BPPT Jakarta. Selanjutnya, kajian perpanjangan izin HGU perkebunan bekerjasama dengan UNRI," ungkapnya.
Beberapa kegiatan kerjasama lain yang telah dilakukan, demikian Ka Balitbang Kampar, seperti Pengembangan Plasma Nutfah Buah-buahan (dengan BPTP Riau, Kajian Pengembangan Kayu 'Kulim' (bersama BPHPS Kuok), serta Evaluasi Struktur Organisasi dan Tata kerja (SOTK) Pemkab Kampar (BPP Kemendagri Jakarta)," tambahnya.
Dikatakannya, seluruh kajian itu, akan menjadi acuan kerangka pikir untuk mengambil kebijakan pembangunan.
"Jika dapat diwujudkan, maka Kabupaten Kampar menjadi sentra pemenuhan kebutuhan pokok, baik di lingkungan Kampar maupun Provinsi Riau serta Pulau Sumatera pada umumnya. Dan ini berdampak pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD)", ungkap Jalinus Mohd.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

