
Satu TPS Telat Coblos

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Logistik surat suara Pemilihan Kepala Daerah ulang Kota Pekanbaru, Riau, di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 06, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukitraya, diduga sempat nyasar sehingga pencoblosan di TPS tersebut telat.
"Ini hanya masalah kecil dan bukan menjadi hambatan untuk pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) ulang Pekanbaru," kata Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bagian Logistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru, Abdul Wahid di Pekanbaru, Rabu.
Akibat surat suara nyasar ini, kata Wahid, hanya ada keterlambatan masyarakat untuk mencoblos salah satu pasangan calon idamannya.
"Awalnya, kami sempat terkejut 'kok' surat suara untuk TPS 06 di Kelurahan Tangkerang Utara bisa-bisanya tidak berada di dalam kotak suara. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata surat suara tersebut nyasar ke TPS 09 di kelurahan yang sama," kata Wahid.
Surat suara tersebut kemudian menurut Wahid, langsung didistribusikan kembali ke TPS 06 yang kemudian langsung membuka antrean pencoblosan surat suara yang memampangkan dua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru.
Menurut Wahid, selain TPS 06 Tangkerang Utara, pihaknya juga menemukan berbagai kejanggalan-kejanggalan kecil di beberapa TPS lainnya yang berada di wilayah kelurahan dan kecamatan berbeda.
"Tapi alhamdulillah, kejanggalan atau berbagai kendala itu masih dapat diatasi dan belum sempat menghambat jalannya Pilkada ulang Pekanbaru," ujarnya.
Pada pelaksanaan PSU Pilkada Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru kali ini, KPU Pekanbaru selaku penyelenggaraan "pesta politik" itu mewujudkan instruksi Mahkamah Konstitusi, yakni dengan tetap memajukan dua pasang calon sebelumnya.
Masing-masing, H Firdaus MT-Ayat Cahyadi dengan nomor urut satu serta Hj Septina Primawati Rusli berdampingan dengan H Erizal Muluk (bernomor urut dua).
Firdaus MT dan Ayat Cahyadi sendiri, maju sebagai calon walikota dengan sejumlah partai pengusung, diantaranya Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hanura.
Sementara pasangan Hj Septina Primawati Rusli-H Erizal Muluk, "menunggangi" sejumlah "perahu besar" lainnya, seperti Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Gerindra.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

