Album "Folklore" Taylor Swift telah terjual 2 juta salinan selama seminggu

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, corona

Album "Folklore" Taylor Swift telah terjual 2 juta salinan selama seminggu

Artwork Taylor Swift - "Folklore" (2020) (. (Twitter/taylorswift13) Twitter/taylorswift13)

Jakarta (ANTARA) - Album terbaru Taylor Swift, "Folklore," telah terjual lebih dari 2 juta salinan (copy) di seluruh dunia dalam satu minggu sejak perilisannya.

Hal itu semakin memperkuat tempatnya sebagai salah satu album terlaris di tahun 2020.

Baca juga: Rossa akan kembali tayangkan konser "Tegar 2.0" Bandung secara daring

Album studio kedelapan Swift, yang diumumkannya sekitar 15 jam sebelum rilis, juga menghasilkan lebih dari 500 juta aliran (streams) di berbagai platform musik digital sepanjang minggu debutnya.

Republic Records, label musik Swift, mengumumkan awal minggu ini bahwa album tersebut terjual lebih dari 1,3 juta kopi dalam 24 jam pertama saja.

Dilansir Variety, Sabtu, "Folklore" telah memecahkan rekor di Amerika Serikat dan di seluruh dunia. Pada hari pertama di Spotify, album ini mengakumulasi 80,6 juta aliran, menetapkan rekor baru di platform tersebut.

Swift juga memegang rekor sebagai artis wanita dengan album yang debut di atas 500 ribu penjualan di AS.

"Cardigan," "Exile (feat. Bon Iver)" dan "the 1" - tiga trek terbaru Swift - telah duduk di puncak tangga lagu Top 50 Amerika Serikat di Spotify sejak dirilis minggu lalu.

Selain Spotify, "Folklore" juga bekerja dengan baik di Apple Music, memecahkan rekor 24 jam untuk album pop yang paling banyak didengarkan dengan lebih dari 35 juta streaming pada hari pertama.

Terlepas dari kesuksesan "Folklore," album studio ketujuh Swift meraih lima nominasi MTV Video Music Award (VMA) tahun ini. Dia mendapat dua nominasi untuk lagu judul album, "Lover", dan tiga nominasi untuk single-nya, "The Man."

Baca juga: BLACKPINK beri bocoran tanggal rilis album terbaru

Baca juga: Grup idola K-pop BTS akan "comeback" dengan lagu berbahasa Inggris


Penerjemah: Arnidhya Nur Zhafira

Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar