Logo Header Antaranews Riau

Iran Buka Peluang Dialog, Asal Bebas dari Ancaman

Sabtu, 31 Januari 2026 16:04 WIB
Image Print
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi. (ANTARA/Xinhua/Liu Lei/aa.)

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat (30/1) di Istanbul mengatakan bahwa Iran bersedia untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS), tetapi tidak di bawah ancaman.

"AS tidak pernah menunjukkan iktikad baik dan tidak pernah bisa dipercaya. Namun, Iran tetap siap untuk semua proses diplomatik dan bersedia duduk di meja perundingan," ungkap Araghchi dalam konferensi pers bersama Menlu Turkiye Hakan Fidan.

Araghchi mengatakan Teheran siap menghadapi semua skenario, baik perang maupun diplomasi, dan bahkan lebih siap dibanding pada Juni tahun lalu, ketika Israel dan AS melancarkan serangan udara terhadap Iran.

Baca juga: Erdogan: Diplomasi Kunci Redakan Ketegangan Nuklir Iran

Sang Menlu menegaskan kembali bahwa Iran tidak pernah berniat memiliki senjata nuklir, seraya menambahkan bahwa Iran "akan mempertahankan dan memperluas kemampuan pertahanan kami dan tidak akan menegosiasikannya."

Dalam konferensi tersebut, Fidan mendesak Iran dan AS untuk segera kembali ke meja perundingan, menekankan bahwa diplomasi merupakan satu-satunya cara untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan tersebut.

Dia mengatakan Turkiye siap bertindak sebagai fasilitator bagi kedua pihak dalam mengupayakan dialog. "Kami kembali menekankan bahwa kami menentang penggunaan opsi militer untuk menyelesaikan masalah."

Baca juga: UEA Menolak Penggunaan Wilayahnya untuk Serangan Militer ke Iran

Kunjungan Araghchi ini dilakukan di tengah meningkatnya ancaman militer AS terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa sebuah armada besar yang dipimpin oleh kapal induk Abraham Lincoln sedang menuju Iran, seraya memperingatkan bahwa "waktu hampir habis" bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026