Logo Header Antaranews Riau

Brankas Mandiri dibobol maling

Kamis, 3 November 2011 13:24 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Salah satu brankas anjungan tunai mandiri (ATM) milik Bank Mandiri di Jalan Paus, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, dibobol maling pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.30 WIB.

"Namun kerugian pihak perbankan sejauh ini belum diketahui. Kami masih mengorek keterangan saksi dari pihak perbankan atas kejadian itu," kata Kepala Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Raya, Kompol Wawan SH.

Kompol Wawan yang ditemui saat berada di tempat kejadian perkara (TKP) di Jalan Paus, Kamis siang, mengungkapkan, sejauh ini anggota terus melakukan penyelidikan mendalam, termasuk juga memeriksa saksi-saksi terkait.

Keterangan saksi yang merupakan warga sekitar, kata dia, memperkirakan bobolnya brankas ATM Mandiri yang bersebelahan dengan "Swalayan Naga" yakni Kamis dini hari atau sekitar pukul 03.30 WIB.

"Sementara warga termasuk beberapa penjaga atau pekerja swalayan kabarnya baru mengetahui brankas ATM Mandiri dibobol sekitar pukul 07.30 WIB, atau saat mereka hendak masuk bekerja di swalayan itu," katanya.

Mengetahui hal tersebut, para pekerja swalayan menurut Wawan, kemudian melaporkannya ke pemilik swalayan atas nama IIndrayani (46).

"Selanjutnya Indrayani melaporkannya ke Polsek Bukit Raya. Anggota kemudian turun ke lokasi kejadian untuk kepentingan identifikasi," ujarnya.

Setiba di TKP, kata dia, anggota berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa beberapa tabung gas berbobot tiga kilogram, regulator, linggis, sarung tangan dan handuk.

"Termasuk juga obeng dan beberapa benda tajam lainnya. Dugaan sementara, peralatan itu yang digunakan pelaku untuk membongkar brankas ATM," kata Kompol Wawan.

Setelah dilakukan penelusuran lebih dalam, kata dia, ternyata pelaku pencurian tidak hanya membobol ATM Mandiri, namun juga membobol swalayan milik Indrayani.

Saat dimintai keterangan, sambungnya, pemilik swalayan mengaku kehilangan uang tunai sekitar Rp40 juga termasuk beberapa barang-barang yang ada di toko.

"Sejauh ini kami masih terus memintai keterangan sejumlah saksi lainnya. Dugaan sementara, pelaku lebih dari satu orang," demikian Kompol Wawan.

Pengamatan ANTARA menyebutkan, selain memberi garis polisi, aparat juga terus disibukkan dengan memeriksa sejumlah bekas pelaku termasuk mengambil sidik jari dari beberapa lokasi.

Sementara di lain sisi, puluhan warga tampak antusias menyaksikan kondisi brankas ATM yang tampak hangus akibat bercak las yang diduga dilakukan oleh para pelaku.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026