
Tongkang Tenggelam Di Dumai Seorang Buruh Hilang

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Kapal tongkang yang di sewa oleh PT Wijaya Karya (Wika) tenggelam saat menarik jangkar dari sisi Dermaga B yang di kelola PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Kota Dumai, Riau, Kamis sore.
Lima orang buruh atau pekerja lapangan yang tengah berada pada badan kapal tersebut sempat tenggelam, empat dapat diselamatkan dan satu masih dinyatakan hilang.
Kepala Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (Ka KSKP) untuk Perairan Dumai, AKP Wisnu Wibowo di Dumai mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan Satuan Polisi Perairan (Polair) dan TNI Angkatan Laut, masih terus berupaya mencari salah seorang korban hilang.
"Dari pengakuan nakhoda kapal atas nama Harsono yang dimintai keterangannya sesaat setelah kapal tenggelam pada pukul 17.45 WIB, seorang korban hilang tersebut bernama Mihkeil Son, umur 22 tahun warga Dumai yang tinggal di Jalan Gajah Mada," kata AKP Wisnu.
Tenggelamnya kapal, menurut pengakuan nakhoda, kata Wisnu berawal saat kapal ingin memutar arah dari areal pelabuhan yang masih dalam tahap pembangunan oleh PT Wika.
"Pada saat menarik jangkar, tiba-tiba ada ombak besar menghantan sisi kanan lambung kapal, hingga menyebabkan kapal mengalami oleng sebelum akhirnya tenggelam," paparnya.
Saat itu, menurut Wisnu, kelima pekerja yang merupakan karyawan buruh PT Wika kebetulan berada di kapal tongkang tersebut dan sempat tenggelam.
"Namun, empat di antaranya dapat diselamatkan, dua sempat dilarikan ke rumah sakit karena kekurangan oksigen dan dua lainnya dipulangkan," ujarnya.
Sementara, lanjut AKP Wisnu, seorang korban lainnya atas nama Mihkeil Son (22) saat ini masih dalam pencarian.
"Pencarian dilakukan dengan menggunakan 'speedboat' milik KSKP dan Satpolairud. Kami upayakan seoptimal mungkin," ujarnya.
Penelusuran ANTARA, korban Mihkeil Son merupakan anak ketiga dari ibu bernama Sriyanti (54), warga Jalan Gajah Mada, Dumai, dan anak angkat dari Lastri (46), adik dari ibu kandungnya.
Korban Mihkeil Son merupakan pekerja lepas PT Wika, sebuah subperusahaan yang saat ini tengah mengerjakan proyek pembangunan dermaga di lingkungan PT Pelindo I Cabang Dumai.
Keseharian Mihkeil Son, menurut keluarganya merupakan anak yang giat dalam membantu perekonomian keluarga, baik ibu kandungnya, Sriyanti maupun perekonomian dari ibu angkatnya, Lastri.
"Kami terkejut mendapat informasi kalau anak saya hilang tenggelam di dermaga. Pada hal dia itu pandai berenang dan sudah bertahun-tahun kerja di dermaga," kata ibu kandung korban, Sriyanti.
Sriyanti mengaku pertama kali mendapat informasi sang anak hilang dari seorang kerabat yang kebetulan sama-sama bekerja di dermaga.
"Kabar saya terima sekitar jam setengah tujuh (18.30 WIB-red). Bagitu dengar kabar ini, saya langsung memberitahukan ke semua keluarga," ujar Sriyanti saat ditemui di pintu masuk dermaga Pelindo, berjarak sekitar 200 meter dari tenggelamnya kapal.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

