
Harga Beras Di Dumai Masih Stabil

Dumai, 13/7 (ANTARA) - Harga beras produksi petani dalam negeri dan impor yang beredar di pasar-pasar modern dan tradisional Kota Dumai, Riau, memasuki pertengahan Juli 2011 masih cendrung stabil atau tidak terjadi penurunan serta kenaikan harga signifikan..
Pantauan Rabu, untuk beras kualitas baik seperti Ramos kebanyakan pedagang masih menjualnya seharga Rp11.000 per kilogram (kg), 42 C Rp9.000/kg, Solok Rp10.000/kg, Sokan Rp8.500/kg, Kuriak Kusuik Rp10.300/kg, dan beras PB 10 asal Sumatra Barat masih dijual seharga Rp9.000/kg.
Untuk beras kualitas sedang yang kebanyakan didatangkan dari Sumatra Utara dan Aceh masih dijual dengan kisaran harga Rp7.500-8.200/kgnya. Sementara beras impor yang didatangkan oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) harganya masih berkisar Rp6.000-7.000/kg.
"Kondisi ini sepertinya tidak akan bertahan lama karena beras-beras dari Jawa sudah mulai melambung harganya. Untuk Dumai paling harga normal ini bertahan hingga seminggu ini saja," kata seorang pedagang beras eceran di Jalan Kelakap Tujuh, Sudibyo.
Pedagang pengecer beras lainnya di Jalan Ombak, Ilham, menuturkan, menjelang bulan Ramadhan ini permintaan beras mulai dari tingkat distributor ke para pedagang dan pedagang ke masyarakat konsumen terus mengalami peningkatan signifikan.
"Kondisi ini disebabkan harga beras yang masih stabil. Masyarakat juga mengkuatirkan kenaikan harga beras yang sewaktu-waktu bisa terjadi mengingat bulan Ramadhan yang semakin dekat," ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta Investasi (Disperindagin) Dumai, H Djamalus, menguraikan, sejauh ini pasokan beras dari sejumlah wilayah langganan baik Sumatra Barat maupun Sumatra Utara masih lancar.
"Kondisi ini diperkuat lagi dengan persediaan beras Bulog yang mencukupi sehingga harga beras dapat terus stabil," kata Djamalus.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

