Logo Header Antaranews Riau

Dumai Banjir

Sabtu, 16 April 2011 16:00 WIB
Image Print

Dumai, 16/4 (ANTARA) - Sebagian besar wilayah di Kota Dumai, Riau, Sabtu, dilanda banjir dengan ketinggian air bervariasi akibat hujan deras yang melanda kota itu semalam suntuk.

"Itu banjir pertama setelah dua bulan terakhir," kata Soleha, warga Jalan Sukajadi, Kelurahan Dumai Kota, Kecamatan Dumai Timur itu.

Ketika ditemui sedang membersihkan saluran air dekat rumahnya, pria dua anak itu mengatakan, banjir yang melanda sebagian besar wilayah Dumai disebabkan tatanan drainase yang tidak maksimal.

Menurut warga lainnya, Burhan, banyak saluran air yang tersumbat akibat roboh atau akibat sampah rumah tangga.

"Biasanya kalau roboh, disebabkan pengerjaannya yang kurang baik. Sementara tumpukan sampah di saluran air lebih disebabkan kurangnya kesadaran sebagian masyarakat Dumai dalam menjaga lingkungan," kata pria yang tinggal di Jalan Ombak, Dumai itu.

Jalan Sukajadi dan Ombak di Kecamatan Dumai Timur merupakan dua wilayah yang selalu menjadi langganan banjir ketika musim penghujan datang.

"Banjir terkadang jauh lebih parah ketika hujan bersaman datangnya dengan musim 'pasang keling' atau air laut pasang," kata Wahyudi, warga Dumai lainnya.

Menurut dia, jika hal demikian terjadi, khusus rumah-rumah penduduk yang berada pada kisaran radius maksimal setengah kilometer dari bibir sungai dan laut, maka ketinggian air minimal bisa mencapai lebih dari lutut orang dewasa atau sekitar satu meter.

"Biasanya banjir besar seperti ini terjadi setahun dua kali. Entah kalau tahun ini, karena dilihat dari kondisi cuaca, sekarang ini jauh lebih buruk. Hujan kadang datang tiba-tiba dan sangat lebat," ucapnya.

Koresponden ANTARA melaporkan hujan yang turun pada Sabtu dini hari pukul 02.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB itu mengakibatkan sebagian jalanan utama seperti Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan Sukajadi tergenang air dengan ketinggian maksimal 20 centimeter.

Sementara badan jalan utama lainnya meliputi Jalan Ombak, Kelakap Tujuh, dan Jalan Tegal Lega, sebagian tergenang air dengan ketinggian rata-rata 10-15 centimeter.

Beberapa rumah penduduk yang berada di lintasan tersebut juga turut terendam. Beberapa penghuninya terlihat terpaksa memindahkan barang-barang berharganya seperti televisi, kulkas, kipas angin, kompor, dan kasur ke tempat yang lebih tinggi atau tidak terjangkau oleh air.

Sementara sebagian warga lainnya juga terlihat berupaya melakukan pengerukan sampah yang menumpuk dan menyumbat badan drainase.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026