Logo Header Antaranews Riau

Dumai Waspada KLB DBD

Minggu, 12 Desember 2010 14:10 WIB
Image Print

Dumai, 12/12 (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, Provinsi Riau H Marjoko Santoso, mengaku pihaknya kini tengah waspada Kejadian Luar Biasa Demam Berdarah Dengue sejalan dengan tingginya intesitas curah hujan di wilayahnya.

"Berbagai upaya kita lakukan termasuk dengan mengimbau baik secara langsung maupun tidak masyarakat untuk hidup bersih dan melaksanakan program 3 M, yakni menutup dan menguras wadah air dan mengubur sampah-sampah yang dapat menjadi genangan air," katanya dihubungi, Minggu.

Ia menerangkan, di Kota Dumai pada tahun sebelumnya pernah hampir menjadi daerah KLB DBD dengan empat kali lipat perkembangbiakan penyakit akibat cuaca dan intensitas curah hujan yang tinggi sehingga menggenangi sejumlah kawasan tempat perkembangan jentik nyamuk.

Namun karena perkembangan jentik nyamuk tersebut dapat ditekan, papar dia, status KLB tersebut dapat terelakkan.

"Memang, sejauh ini kasus DBD di Kota Dumai masih stabil diantara tiga sampai empat kasus per bulan, namun pada musim hujan, biasanya meningkat drastis hingga dua sampai empat kasus per harinya," terang dia.

Ia menerangkan, untuk penetapan status KLB suatu daerah ialah bagi daerah yang mengalami penderita DBD mencapai diatas 100 kasus perbulannya, namun di Dumai sampai kini belum pernah terkena KLB.

"Hanya pada 2009 lalu, penderita DBD berkembang hampir mencapai 100 kasus dalam satu bulan, dan dengan cepat kita berlakukan pencegahan intens menyeluruh dari tingkat kelurahan sampai kecamatan," ungkapnya.

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, kata dia, kondisi cuaca di Dumai saat ini sudah mulai memasuki musim penghujan yang artinya dapat menahan kelembaban cukup tinggi, selain itu juga kondisi lingkungan masih belum bersih dengan siklus per lima tahun yang mana ada trend kecenderungan angka penderita DBD itu meningkat.

"Karena itu diimbau kepada masyarakat agar selalu menjaga kebersihan guna mengatisipasi DBD dan lepas dari capan KLB disaat masuknya musim penghujan sebagai penyebab utama berkembang biak jentik nyamuk DBD," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026