
Macam Tutul Terperangkap Dalam Kandang Ayam

Tembilahan, 10/10 (ANTARA) - Seekor macan tutul (Phantera pardus) terperangkap dalam kandang ayam saat diketahui sedang mengendap di pemukiman warga di Desa Sungai Junjangan, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.
Berdasarkan informasi yang diperoleh ANTARA di Inhil, Ahad, macan tutul atau macan dahan ini ditangkap warga pada Kamis (7/10) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu seorang warga diketahui bernama Udin (40) sedang mengecek hasil pembakaran arang.
Saat ia tiba di lokasi pembakaran arang yang terletak tak jauh dari rumahnya, tiba-tiba dilihatnya dua benda yang bercahaya dalam kegelapan. Udin hanya mengandalkan penerangan senter yang dipasang dikepalanya.
Ternyata, saat terkena sorotan senter tersebut, kedua benda yang menyala tersebut diketahui mata macan dahan atau macan tutul. Binatang ini kemudian lari ditengah kegelapan malam, saat lari itulah ia terperangkap kedalam kandang ayam milik Udin.
"Saat senter saya menyorot matanya, saya lihat ia langsung lari, setelah saya kejar ternyata ia masuk kedalam kandang ayam saya yang kebetulan sedang kosong. Lantas saya tutup kandang tersebut," sebut Udin.
Saat akan mengeluarkan macan dahan ini dari kandang ayam tersebut melibatkan 10 orang warga, karena binatang tersebut mencoba menerkam. Bahkan, saat itu binatang dilindungi ini sempat dipukul dengan kayu pada bagian moncongnya, sehingga berdarah.
Sarmin, Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat membenarkan adanya penangkapan macan tutul tersebut. Ia menyatakan macan ini terperangkap kedalam kandang ayam milik warganya.
"Namun macan tutul ini telah dijual kemarin kepada warga Parit 8 Tembilahan Hulu. Dijual dengan harga Rp1 juta," sebutnya.
Seorang warga Desa Sungai Junjangan, Fami (35) mengaku sempat melihat macan tutul tersebut di rumah Udin. Ia memperkirakan ukuran besarnya seperti anjing dan terlihat masih muda.
"Saya sempat melihatnya saat harimau tersebut ditangkap oleh sekitar 10 orang warga. Saya lihat ukurannya sebesar anjing, ini bukan harimau akar, karena kalau harimau akar kecil seperti kucing ukurannya," imbuh Fami.
Ia menambahkan, sebelumnya macan tutul ini sempat dilihat warga masuk perkampungan, namun saat itu tidak berhasil ditangkap warga. Ini merupakan kemunculannya yang kedua kali.
Humas World Wild Fund (WWF) Riau, Syamsidar kepada ANTARA menyebutkan bahwa jenis macan tutul ini termasuk binatang yang dilindungi.
"Macan tutul atau macan dahan termasuk spesies yang dilindungi," katanya.
Ia mengatakan, masuknya macan tutul atau macan dahan ini ke perkampungan warga dikarenakan habitatnya sudah habis dirambah, sehingga ia mencari makan ke perkampungan warga. Memang di kawasan ini diketahui masih terus berlangsung penebangan hutan, dibuktikan dengan masih terdapatnya beberapa kilang pengergajian kayu yang beroperasi saat ini.
Sementara itu dari penelusuran ANTARA, beberapa waktu lalu, warga Sialang Panjang, Kecamatan Tembilahan Hulu juga dihebohkan dengan masuknya macan tutul kedalam mushalla yang ada dikampung tersebut.
Bahkan, binatang ini sempat beberapa hari bertahan dirumah ibadah tersebut, warga pun tak berani mengusirnya, akrena takut diterkam. Akhirnya, binatang ini pergi dengan sendirinya meninggalkan perkampungan tersebut.
Pewarta : Maryanto
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

