Penularan COVID-19 lebih cepat, ratusan penerbangan di Guangzhou batal
Selasa, 1 Juni 2021 12:29 WIB
Suasana terminal kedatangan dan keberangkatan domestik Bandar Udara Internasonal Daxing Beijing (BDIA) ramai oleh para penumpang yang baru turun dari pesawat dan hendak berangkat. (ANTARA/M. Irfan Ilmie/am.)
Beijing (ANTARA) - Penyebaran COVID-19 varian terbaru lebih cepat sehingga otoritas Guangzhou, China, mengambil tindakan ketat dengan membatalkan ratusan penerbangan dan mengunci atau lockdown salah satu distrik di Ibu Kota Provinsi Guangdong itu.
Distrik Liwan, wilayah yang paling parah terkena dampak COVID, sejak Senin (31/5) lalu telah ditutup beberapa akses jalan dan 473 persimpangan jalan.
Orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut dilarang keluar-masuk dan semua tempat umum ditutup.
Pemerintah Kota Guangzhou juga telah membentuk 300 tim untuk melakukan investigasi epidemiologi.
Program vaksinasi massal juga dibatalkan agar petugas medis lebih berkonsentrasi pada tes PCR massal.
Hingga Senin sore sudah ada tiga juta sampel yang telah dikumpulkan petugas.
Dewan Pemerintahan China juga telah membentuk satuan tugas khusus untuk memandu penanganan anti epidemi di Guangzhou.
Pelacakan virus akan terlihat jelas setelah investigasi secara cepat dan intensif, demikian pernyataan Wakil Wali Kota Guangzhou Li Ming kepada pers.
Penerbangan dari dan tujuan Bandar Udara Internasional Baiyun di Guangzhou juga ditangguhkan sejak Senin.
Pada pukul 11.40 waktu setempat sebanyak 519 penerbangan atau sekitar 37,34 persen jadwal penerbangan di salah satu bandara tersibuk di dunia itu dibatalkan sebagaimana Variflight.com, perusahaan layanan data penerbangan.
Sepanjang 2020, Bandara Baiyun telah melayani 43,77 juta penumpang.
Pada Senin itu pula, Guangzhou mendapati 18 kasus baru sehingga jumlahnya secara keseluruhan mencapai 23 kasus terhitung sejak 21 Mei.
Bandara Baiyun merupakan bandara tujuan penerbangan internasional utama selama COVID-19. Guangzhou merupakan salah satu kota di China yang menampung para pengguna penerbangan internasional untuk melakukan karantina selama 14 hingga 21 hari sebelum menuju ke berbagai kota lainnya, terutama Beijing yang memang sampai saat ini belum sepenuhnya melayani jalur internasional langsung.
Baca juga: China laporkan lonjakan kasus COVID-19 di Guangzhou, penerbangan dibatalkan
Baca juga: Mulai 1 Juni Mesir cabut pembatasan COVID-19, longgarkan penutupan toko dan restoran
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Distrik Liwan, wilayah yang paling parah terkena dampak COVID, sejak Senin (31/5) lalu telah ditutup beberapa akses jalan dan 473 persimpangan jalan.
Orang-orang yang tinggal di wilayah tersebut dilarang keluar-masuk dan semua tempat umum ditutup.
Pemerintah Kota Guangzhou juga telah membentuk 300 tim untuk melakukan investigasi epidemiologi.
Program vaksinasi massal juga dibatalkan agar petugas medis lebih berkonsentrasi pada tes PCR massal.
Hingga Senin sore sudah ada tiga juta sampel yang telah dikumpulkan petugas.
Dewan Pemerintahan China juga telah membentuk satuan tugas khusus untuk memandu penanganan anti epidemi di Guangzhou.
Pelacakan virus akan terlihat jelas setelah investigasi secara cepat dan intensif, demikian pernyataan Wakil Wali Kota Guangzhou Li Ming kepada pers.
Penerbangan dari dan tujuan Bandar Udara Internasional Baiyun di Guangzhou juga ditangguhkan sejak Senin.
Pada pukul 11.40 waktu setempat sebanyak 519 penerbangan atau sekitar 37,34 persen jadwal penerbangan di salah satu bandara tersibuk di dunia itu dibatalkan sebagaimana Variflight.com, perusahaan layanan data penerbangan.
Sepanjang 2020, Bandara Baiyun telah melayani 43,77 juta penumpang.
Pada Senin itu pula, Guangzhou mendapati 18 kasus baru sehingga jumlahnya secara keseluruhan mencapai 23 kasus terhitung sejak 21 Mei.
Bandara Baiyun merupakan bandara tujuan penerbangan internasional utama selama COVID-19. Guangzhou merupakan salah satu kota di China yang menampung para pengguna penerbangan internasional untuk melakukan karantina selama 14 hingga 21 hari sebelum menuju ke berbagai kota lainnya, terutama Beijing yang memang sampai saat ini belum sepenuhnya melayani jalur internasional langsung.
Baca juga: China laporkan lonjakan kasus COVID-19 di Guangzhou, penerbangan dibatalkan
Baca juga: Mulai 1 Juni Mesir cabut pembatasan COVID-19, longgarkan penutupan toko dan restoran
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Maknai Hari Kartini, Adrias Hariyanto ajak perempuan Riau berkarya lewat zapin dan songket
21 April 2026 20:07 WIB
Trump Umumkan Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Berlaku Kamis
17 April 2026 11:03 WIB
Api karhutla dekati pemukiman warga di Bengkalis, Manggala Agni menghalau malam hari
08 April 2026 12:32 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump Ancam "Hujan Bom" Jika Gencatan Senjata Berakhir: Dunia Siaga Ketegangan Baru
21 April 2026 15:51 WIB