Bangkok akan tutup seluruh sekolah selama dua pekan demi cegah COVID-19
Sabtu, 2 Januari 2021 11:51 WIB
Pawang dan gajahnya yang berpakaian seperti Sinterklas membagikan masker pelindung wajah kepada sejumlah siswa menjelang perayaan Hari Natal tahun 2020 di sebuah sekolah di Ayutthaya, Thailand, Rabu (23/12/2020). Pembagian masker kepada anak-anak tersebut sebagai upaya untuk mencegah penyebaran COVID-19 di kawasan tersebut. (ANTARA FOTO/REUTERS/Chalinee Thirasupa/wsj.)
Bangkok (ANTARA) - Otoritas di ibu kota Thailand, Bangkok, akan menutup seluruh sekolah selama dua minggu setelah libur Tahun Baru demi mengendalikan gelombang baru penyebaran baru COVID-19, kata pemerintah kota, Jumat.
Thailand melaporkan 279 kasus baru COVID-19, hari ini (1/1), yang sebagian besar di antaranya terhubung dengan klaster para pekerja migran di Provinsi Samut Sakhon di wilayah selatan Bangkok. Pemerintah juga menemukan adanya lonjakan kasus terkait klaster di tempat judi ilegal di Provinsi Rayong.
Baca juga: Vaksinasi dunia awal bagi akhir pandemi
Klaster-klaster itu memicu penyebaran virus di Bangkok, sehingga otoritas setempat memperketat aturan demi mencegah penularan.
"Kami mulai melihat adanya kasus baru pada pelajar dan pekerja di sektor jasa," kata juru bicara Pemerintah Kota Metropolitan Bangkok, Pongsakorn Kwanmuang.
"Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menutup lebih banyak tempat," kata Pongsakorn menambahkan.
Seluruh sekolah, pusat penitipan anak dan orang lanjut usia, taman bermain anak-anak, dan tempat les akan tutup pada 4-17 Januari, sementara sarana umum lainnya termasuk taman bermain, tempat pemandian umum, dan panti pijat ditutup sejak Sabtu (2/1), sebut Pongsakorn.
Ia mengatakan pemerintah kota juga mempertimbangkan pemberlakuan larangan makan di restoran, tetapi masalah itu masih akan dibahas lebih lanjut oleh tim satuan tugas pengendalian COVID-19 Thailand, Sabtu.
Thailand melaporkan dua korban jiwa baru akibat COVID-19 hari ini. Total pasien positif COVID-19 di Thailand sejak COVID-19 mewabah pada Januari ada sebanyak 7.163 jiwa dan 63 di antaranya meninggal dunia.
Sebagian besar kasus positif baru di Thailand merupakan hasil dari penularan lokal, sementara enam lainnya merupakan kasus impor dari luar negeri, kata satuan tugas COVID-19 Thailand.
Baca juga: Menurut kajian Inggris, virus COVID-19 varian baru tak sebabkan penyakit lebih parah
Baca juga: Sydney larang pertemuan massal saat malam pergantian tahun
Sumber: Reuters
Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Thailand melaporkan 279 kasus baru COVID-19, hari ini (1/1), yang sebagian besar di antaranya terhubung dengan klaster para pekerja migran di Provinsi Samut Sakhon di wilayah selatan Bangkok. Pemerintah juga menemukan adanya lonjakan kasus terkait klaster di tempat judi ilegal di Provinsi Rayong.
Baca juga: Vaksinasi dunia awal bagi akhir pandemi
Klaster-klaster itu memicu penyebaran virus di Bangkok, sehingga otoritas setempat memperketat aturan demi mencegah penularan.
"Kami mulai melihat adanya kasus baru pada pelajar dan pekerja di sektor jasa," kata juru bicara Pemerintah Kota Metropolitan Bangkok, Pongsakorn Kwanmuang.
"Oleh karena itu, kami memutuskan untuk menutup lebih banyak tempat," kata Pongsakorn menambahkan.
Seluruh sekolah, pusat penitipan anak dan orang lanjut usia, taman bermain anak-anak, dan tempat les akan tutup pada 4-17 Januari, sementara sarana umum lainnya termasuk taman bermain, tempat pemandian umum, dan panti pijat ditutup sejak Sabtu (2/1), sebut Pongsakorn.
Ia mengatakan pemerintah kota juga mempertimbangkan pemberlakuan larangan makan di restoran, tetapi masalah itu masih akan dibahas lebih lanjut oleh tim satuan tugas pengendalian COVID-19 Thailand, Sabtu.
Thailand melaporkan dua korban jiwa baru akibat COVID-19 hari ini. Total pasien positif COVID-19 di Thailand sejak COVID-19 mewabah pada Januari ada sebanyak 7.163 jiwa dan 63 di antaranya meninggal dunia.
Sebagian besar kasus positif baru di Thailand merupakan hasil dari penularan lokal, sementara enam lainnya merupakan kasus impor dari luar negeri, kata satuan tugas COVID-19 Thailand.
Baca juga: Menurut kajian Inggris, virus COVID-19 varian baru tak sebabkan penyakit lebih parah
Baca juga: Sydney larang pertemuan massal saat malam pergantian tahun
Sumber: Reuters
Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Pewarta : Genta Tenri Mawangi
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Maknai Hari Kartini, Adrias Hariyanto ajak perempuan Riau berkarya lewat zapin dan songket
21 April 2026 20:07 WIB
Trump Umumkan Israel-Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Berlaku Kamis
17 April 2026 11:03 WIB
Api karhutla dekati pemukiman warga di Bengkalis, Manggala Agni menghalau malam hari
08 April 2026 12:32 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Trump Ancam "Hujan Bom" Jika Gencatan Senjata Berakhir: Dunia Siaga Ketegangan Baru
21 April 2026 15:51 WIB