Rumah Dinas Wali Kota Dumai digeledah KPK, Zulkifli AS membisu
Jumat, 26 April 2019 16:37 WIB
KPK Cabut Sejumlah Segel Di Rumah Dinas Sekda Dumai beberapa waktu lalu. (antarariau)
Dumai (ANTARA) - Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua tempat di Kota Dumai, Riau, yaitu rumah dinas wali kota di Jalan Putri Tujuh dan Kantor Sekretariat Wali Kota Dumai di Jalan Tuanku Tambusai, Jumat.
Tim penyidik KPK memasuki Kantor Sekretariat Wali Kota Dumai pukul 10.30 WIB, sedangkan penggeledahan di kediaman dinas Wali Kota Zulkifli As dimulai sejak pagi, dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.
Penyidik KPK datang ke rumah dinas wali kota menggunakan dua mobil minibus, dan segera masuk ke dalam rumah. Selama proses pemeriksaan mereka mendapat pengawalan personel kepolisian bersenjata dari Polres Dumai.
Belum dapat diketahui pasti terkait kegiatan KPK tersebut di Kota Dumai, namun dilaporkan tim penyidik fokus pada ruang kerja wali kota di kantor sekretariat dan rumah dinas Zulkifli As yang juga politisi Nasdem tersebut.
Wali Kota Dumai Zulkifli As ditemui wartawan yang sudah menunggu di luar rumah tidak memberi keterangan terkait kegiatan KPK tersebut. Di saat akan menunaikan ibadah Salat Jumat, maupun ketika pulang tetap diam, Zulkifli As tetap diam.
Kepala Bagian Hukum Sekretariat Pemkot Dumai Dede Mirza mengaku ikut mendampingi tim penyidik yang fokus menggeledah di ruang kerja Zulkifli As. Sejumlah dokumen turut disita petugas.
Tim KPK selama penggeledahan ini juga memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkot Dumai untuk dimintai keterangan.
"Saya diminta asisten agar mendampingi dan menyaksikan kegiatan penyidik di ruang kerja wali kota, dan mereka ada berlima, sejumlah kepala dinas dipanggil juga oleh tim KPK," kata Dede.
Baca juga: KPK koordinasi pencegahan korupsi tiga provinsi. Ini agendanya di Riau
Wali Kota Dumai Zulkifli As sebenarnya pernah dimintai keterangan KPK di Jakarta terkait dugaan kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-P tahun anggaran 2018.
KPK juga telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu, yakni anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), Yaya Purnomo (mantan pejabat Kemenkeu yang terkena OTT), serta seorang kontraktor Ahmad Ghiast.
Penyidik KPK juga pernah memeriksa dua orang saksi dari Kabupaten Kampar dalam kasus tersebut, yakni ajudan Bupati Kampar, Auliya Ulillah Usman dan Kepala Bappeda Kampar, Azwan.
Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Mei 2018, Yaya Purnomo dan beberapa orang lainnya sebenarnya telah diintai KPK. Dia diduga sering bertemu dengan sejumlah pejabat daerah untuk mengurus anggaran negara yang mengalir ke daerah.
Baca juga: KPK benarkan Wali Kota Tasikmalaya ditetapkan jadi tersangka
Baca juga: Petugas KPK geledah rumah Muzni Zakaria, Bupati Solok Selatan
Tim penyidik KPK memasuki Kantor Sekretariat Wali Kota Dumai pukul 10.30 WIB, sedangkan penggeledahan di kediaman dinas Wali Kota Zulkifli As dimulai sejak pagi, dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIB.
Penyidik KPK datang ke rumah dinas wali kota menggunakan dua mobil minibus, dan segera masuk ke dalam rumah. Selama proses pemeriksaan mereka mendapat pengawalan personel kepolisian bersenjata dari Polres Dumai.
Belum dapat diketahui pasti terkait kegiatan KPK tersebut di Kota Dumai, namun dilaporkan tim penyidik fokus pada ruang kerja wali kota di kantor sekretariat dan rumah dinas Zulkifli As yang juga politisi Nasdem tersebut.
Wali Kota Dumai Zulkifli As ditemui wartawan yang sudah menunggu di luar rumah tidak memberi keterangan terkait kegiatan KPK tersebut. Di saat akan menunaikan ibadah Salat Jumat, maupun ketika pulang tetap diam, Zulkifli As tetap diam.
Kepala Bagian Hukum Sekretariat Pemkot Dumai Dede Mirza mengaku ikut mendampingi tim penyidik yang fokus menggeledah di ruang kerja Zulkifli As. Sejumlah dokumen turut disita petugas.
Tim KPK selama penggeledahan ini juga memanggil dan memeriksa sejumlah pejabat teras di lingkungan Pemkot Dumai untuk dimintai keterangan.
"Saya diminta asisten agar mendampingi dan menyaksikan kegiatan penyidik di ruang kerja wali kota, dan mereka ada berlima, sejumlah kepala dinas dipanggil juga oleh tim KPK," kata Dede.
Baca juga: KPK koordinasi pencegahan korupsi tiga provinsi. Ini agendanya di Riau
Wali Kota Dumai Zulkifli As sebenarnya pernah dimintai keterangan KPK di Jakarta terkait dugaan kasus suap usulan dana perimbangan keuangan daerah RAPBN-P tahun anggaran 2018.
KPK juga telah menetapkan empat tersangka dalam kasus itu, yakni anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), Yaya Purnomo (mantan pejabat Kemenkeu yang terkena OTT), serta seorang kontraktor Ahmad Ghiast.
Penyidik KPK juga pernah memeriksa dua orang saksi dari Kabupaten Kampar dalam kasus tersebut, yakni ajudan Bupati Kampar, Auliya Ulillah Usman dan Kepala Bappeda Kampar, Azwan.
Dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Mei 2018, Yaya Purnomo dan beberapa orang lainnya sebenarnya telah diintai KPK. Dia diduga sering bertemu dengan sejumlah pejabat daerah untuk mengurus anggaran negara yang mengalir ke daerah.
Baca juga: KPK benarkan Wali Kota Tasikmalaya ditetapkan jadi tersangka
Baca juga: Petugas KPK geledah rumah Muzni Zakaria, Bupati Solok Selatan
Pewarta : Abdul Razak
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
61 WNI dan 7 WNA Myanmar dan Bangladesh digagalkan berangkat secara ilegal ke Malaysia
23 April 2026 19:10 WIB
Usai digeledah Kejati Riau, operasional Pelabuhan Dumai tetap berjalan normal
16 April 2026 10:23 WIB
Polisi razia tempat hiburan malam di Dumai, hasil tes urine pengunjung negatif narkoba
14 April 2026 15:47 WIB
Kejar Potensi Wisatawan dan Pelaku Industri ASEAN, Hendry Munief Dorong Percepatan Ro-Ro Dumai-Melaka
06 April 2026 12:48 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
61 WNI dan 7 WNA Myanmar dan Bangladesh digagalkan berangkat secara ilegal ke Malaysia
23 April 2026 19:10 WIB
1.167 rakit PETI di Kuansing dimusnahkan, hasil pengungkapan selama Januari-April 2026
23 April 2026 16:52 WIB
Dalam 2 pekan, Polda Riau dan jajaran sita 41 ton solar dan 1,7 ton pertalite subsidi
22 April 2026 20:14 WIB