Logo Header Antaranews Riau

Menkop: Musnahkan Koperasi Abal-abal

Kamis, 11 Agustus 2016 23:25 WIB
Image Print

Pekanbaru (Antarariau.com) - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga mengatakan pemerintah akan berlaku tegas terhadap setiap koperasi tidak aktif, yang disebutnya dengan koperasi "abal-abal", yang hanya muncul untuk mendapatkan bantuan dana pemerintah.

"Saya harap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Riau agar segera mendata koperasi yang tidak aktif. Jangan sampai ada koperasi yang abal-abal hanya muncul ketika adanya bantuan," kata Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga saat peringatan Hari Koperasi Provinsi Riau, di Kabupaten Siak, Kamis.

Ia menegaskan bahwa keberadaan koperasi "abal-abal" yang memanfaatkan organisasi untuk mendapatkan bantuan dana hanya akan jadi beban pemerintah.

Ia memaparkan, sesuai dengan kebijakan reformasi total koperasi untuk mewujudkan ekonomi mandiri yang berorientasi kepada rehabilitasi, reorientasi dan pengembangan dimaksudkan agar koperasi tumbuh secara kualitas bukan hanya kuantitas.

"Kita mencoba mengembangkam koperasi secara kualitas bukan kuantitas. Untuk saat ini ada 22 ribu koperasi yang tidak aktif akan kita bubarkan di Indonesia, " sebutnya pula.

Namun begitu, pihak Pemprov Riau harus terlebih dahulu mengklarifikasi data tersebut, karena dikhawatirkan ada koperasi yang aktif tapi dinyatakan tidak aktif ataupun sebaliknya.

"Banyak koperasi abal-abal ini, indikatornya pada jumlah anggota bukan hanya pada badan hukumnya. Mendata ini sangat penting bagi kami untuk mengembangkan koperasi agar anggota lebih sejahtera," ujarnya pula.

Kementerian Koperasi dan UKM sudah mengkoordinasikan program pembubaran koperasi yang tidak aktif. Sehingga daerah diminta menginventarisir data koperasi yang betul-betul bisa dibubarkan.

Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi Riau menginventarisir 2.134 unit koperasi yang terdata sudah tidak aktif di daerah setempat.

"Kementerian Koperasi dan UMKM sudah mengkoordinasikan program pembubaran koperasi yang tidak aktif. Sehingga daerah menginventarisir mana yang betul-betul bisa dibubarkan dari 2.134 unit yang tidak aktif lagi," kata Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Riau Alfizar di Pekanbaru.

Ia memaparkan, Program pembubaran koperasi tidak aktif oleh Kementerian Koperasi dan UMKM sudah mulai dilakukan. Untuk di Riau sendiri ribuan koperasi dinyatakan tidak aktif karena tidak melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan disinyalir beberapa unit koperasi sudah tidak diketahui keberadaannya sehingga menyulitkan pihaknya untuk melakukan pendataan.

"Laporan pertanggungjawaban pada RAT diadakan setiap tahun, kalau tidak ada ini dikategorikan tidak aktif," katanya pula.

Program pembubaran sejumlah koperasi yang tidak aktif ini, kata dia, untuk meningkatkan kualitas koperasi masih aktif sehingga terfokuskan pembinaan dan pelatihan Sumber Daya Manusia (SDM)nya agar mutu dan kualitas dapat terus ditingkatkan khususnya dalam persaiangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Namun begitu, pihaknya harus mendata dari ribuan koperasi tidak aktif dengan pertimbangan tidak memberatkan dikemudian hari. Ia mencontohkan koperasi yang masih terlibat dengan masalah utang piutang dengan pihak ketiga.

"Ini akan jadi masalah kalau kita bubarkan sekarang, jadi memang kita data betul," sebut dia.

Ia memaparkan dari 5.185 unit koperasi yang terdata, 2134 unit dikategorikan tidak aktif serta 3.134 unit tergolong aktif. Sedangkan untuk binaan provinsi ada 165 koperasi, untuk binaan dikabupaten/kota jumlahnya lebih besar.

Meskipun begitu, ia menyebutkan koperasi di Riau sudah mendapatkan pencapaian tertinggi. Hal ini dibuktikan pada Hari Koperasi Nasional ke-69 yang digelar di Jambi pada 2015 lalu.

Ada enam koperasi yang berprestasi tingkat nasioanal diantaranya Koperasi Unit Desa (KUD) Bina Usaha Baru di Kabupaten Pelalawan, KUD Tandan Mas Jaya di Siak, KUD Karya Bersama di Indragiri Hulu, KUD Tunas Mukti di Kuantan Singingi, KUD Setia Tani di Kampar, serta Koperasi CU Bersama di Bengkalis.

"Jenis koperasi Produsen cukup berprestasi di Riau, satu yang di Kuansing sudah skala besar di sektor perkebunan sawit," kata dia pula.
Oleh: Diana Syafni



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026