Logo Header Antaranews Riau

Jefry Noer : Program Yang Mampu Memandirikan Mahasiswa

Sabtu, 12 Desember 2015 16:09 WIB
Image Print

Kampar, (Antarariau.com) - Jefry Noer dalam menerima kunjungan mahasiswa dan mahasiswi STIKES dan STIKEP Tuanku Tambusai Bangkinang mengatakan bahwa dengan menerapkan program ini mahasiswa mampu mandiri serta menghasilkan pemasukan buat mereka tanpa mengharapkan bantuan dari orang tua.

Demikian dikatakan Jefry Noer dihadapan Mahasiswa dan mahasiswi STIKES dan STIKIP Tuanku Tambusai Bangkinang yang mengunjungi lahan Percontohan RTMPE (Rumah Tangga Mandiri Pangan dan energi) Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu, Sabtu (12-12).

Jefry Noer Di hadapan 120 mahasiswa dan mahasiswi mengatakan bahwa Kabupaten Kampar terus berbenah khususnya dalam meningkatkan ekonomi masyarakat yang berada di desa-desa melalui berbagai cara, baik merubah pola pikir para petani menjadi petani yang kreatif, inovatif dan mempunyai semangat tinggi, dengan melatih dan memberikan ilmu pengetahuan melalui berbagai pelatihan kepada masyarakat desa khususnya masyarakat miskin dan kurang mampu di Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Karya Nyata yang terletak di desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu.

Selanjutnya H Jefry Noer juga selalu memberikan motivasi kepada masyarakat desa yang terfokus pada program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) sehingga nantinya mampu mencukupi kehidupan mereka bahkan lebih dari cukup “petani kaya dan masuk surga” itulah yang sering dikatakannya.

Dengan demikian Kabupaten Kampar melalui RTMPE akan mampu menzerokan Kabupaten Kampar dari Kemiskinan, pengangguran dan rumah-rumah kumuh yang dikenal dengan 3 (tiga) zero.

Program RTMPE adalah program berupa pengelolaan lahan hanya seluas 1.000 meter persegi namun sudah dapat untuk memenuhi kebutuhan tiap rumah tangga, Di dalam lahan seluas itu, masyarakat diajarkan untuk memelihara enam ekor sapi yang kemudian kotorannya diolah menjadi biogas, pupuk berat dan pupuk cair serta urinennya dijadikan bio urine. Pupuk itu sendiri digunakan untuk menyuburkan berbagai jenis tanaman sayuran yang juga berada di lahan RTMPE seperti cabai, Biogas ini merupakan rangkaian kegiatan dari program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) ujarnya.

Jefry Noer mengatakan, program RTMPE tidak hanya untuk menekan kemiskinan, namun juga menekan pengangguran. Program ini fokus ditujukan untuk masyarakat miskin dan kurang mampu di Kabupaten Kampar dalam meningkatkan ekonominya sekaligus membantu Pemerintah dalam program hemat energy.

”RTMPE ini diawali dengan pengolahan lahan 1.000 meter persegi yang mana di dalamnya terdapat 6 ekor sapi, ayam petelur, ikan lele, berbagai tanaman sayur mayur, bawang merah dan cabai merah, termasuk juga rumah jamur sebagai pendukung peningkatan ekonomi masyarakat dan mampu menjadikan masyarakat petani di Kabupaten Kampar menjadi Kaya dan masuk surga,” Jefry Noer menerangkan.

Lebih jauh Jefry Noer mengatakan, idenya menggarap program RTMPE sebelumnya tidak banyak dimengerti oleh berbagai kalangan, termasuk kalangan pemerintahan daerah sendiri.

Jeffry Noer mengatakan, menggagas program RTMPE tidak hanya untuk menekan kemiskinan, namun juga menekan pengangguran. Program RTMPE adalah program berupa pengelolaan lahan hanya seluas 1.000 meter persegi namun sudah dapat untuk memenuhi kebutuhan tiap rumah tangga.

Di dalam lahan seluas itu, masyarakat diajarkan untuk memelihara enam ekor sapi yang kemudian kotorannya diolah menjadi biogas, pupuk berat dan pupuk cair serta urinennya dijadikan bio urine. Melalui program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi, Pemerintah Kabupaten Kampar membimbing masyarakat memanfaatkan kotoran sapi jadi biogas dan air seninya jadi pupuk.

”Biasanya masyarakat yang memelihara sapi hanya Memanfaatkan dagingnya dan anak sapi dan limbahnya atau kotoran dan urinenya dibuang begitu saja, program RTMPE ini malah yang dibuang itu menjadi sumber peningkatan ekonomi masyarakat sedangkan sapi dan anaknya sebagai tabungan saja, kita mencoba merubah pola pikir para petani menjadi petani yang kreatif dan mempunyai semangat dalam memanfaatkan kotoran sapi untuk mengolahnya menjadi biogas sebagai pengganti gas elpiji 3kg dan listrik.

"Ini lebih meringankan beban ekonomi keluarga khususnya masyarakat peternak dan petani.” ucap Jefry

Pupuk itu sendiri digunakan untuk menyuburkan berbagai jenis tanaman sayuran yang berada di lahan RTMPE seperti cabai, bawang dan lainnya. Lebihnya dapat dijual untuk menambah pemasukan keluarga.

Di lahan RTMPE, penduduk juga diajarkan membudidayakan ikan lele yang 50 persen sumber bakannya juga didapat dari hasil olahan kotoran berat sapi.

Penduduk juga bisa beternak 100 ekor ayam alpu yang dikawinkan dengan 10 ekor pejantan jenis bangkok. Hal itu agar telurnya bisa ditetaskan untuk dijual sebagai anak ayam unggul, sehingga menambah pemasukan keluarga.

Jefry mengatakan, lewat program ini, tiap keluarga bisa mendapatkan penghasilan Rp10 juta hingga Rp25 juta setiap bulannya. Masyarakat juga bisa “berswasembada pangan”.

“Mau masak, bahan bakarnya tersedia biogas. Tinggal ambil telur ayam, daging ayam, cabai dan bawang merah, semuanya tersedia di pekarangan RTMPE. Listrik juga menggunakan biogas,” kata Jefry Noer.
(adv)



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026