
PU Pekanbaru Bersihkan Tali Air Antisipasi Banjir
Sabtu, 14 November 2015 15:40 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Dinas Pekerjaan Umum Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, mulai membersihkan seluruh tali air yang ada di wilayah setempat guna mengantisipasi terjadinya banjir karena tersumbatnya saluran memasuki datangnya musim penghujan.
"Kami kerahkan alat berat untuk menguras dan membersihkan sampah dari anak sungai dan saluran tersier," ungkap Kadis PU Pekanbaru, Zulkifli Harun di Pekanbaru, Sabtu.
Menurut Zulkifli setelah kemarau panjang sejak awal tahun, kini Pekanbaru mulai diguyur hujan.
"Musim hujan ini diperkirakan akan berlangsung hingga Desember," ujarnya.
Kondisi ini sangatlah rentan terhadap banjir jika tali air yang ada tersumbat.
"Anak sungai dikuras pendangkalannya pakai alat, selokan dan parit dibersihkan dari sampah," terang Zulkifli.
Selain alat berat Dinas PU juga mengerahkan petugas kebersihan yang ada untuk bergantian membersihkan drainase.
Sementara bicara wilayah prioritas ia mengaku jelas ada. Karena keterbatasan tenaga kebersihan, juga tidak seluruh wilayah rawan banjir.
"Yang rawan itu daerah yang padat penduduk seperti Rumbai, Payung Sekaki, Lima Puluh ,Tampan, dan beberapa kecamatan lainnya," tutur dia.
Zulklifli mengakui masalah tali air di Pekanbaru masih jadi kendala saat hujan. Karena rata-rata aliran tali air dalam kota belum memiliki saluran langsung ke sungai besar. Sehingga ketika hujan air tidak bisa langsung mengalir lancar.
Namun semikian secara berangsur-angsur Pemerintah Kota Pekanbaru akan membenahi drainase ini, dengan membangun baru bahkan revitalisasi yang sudah ada seperti contoh drainase sekitar pasar Kodim hingga pertokoaan A Yani.
"Parit digali, dibesarkan dan dibuat trotoar pejalan kaki," ujarnya mencontohkan.
Namun demikian ia mengimbau, peran serta masyarakat agar turut menjaga lingkungan masing-masing dengan tidak membuang sampah ke anak sungai parit apalagi selokan.
"Bersihkanlah parit di depan rumah masing-masing dan bantulah kami," pungkasnya.
Pewarta : Vera Lusiana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

