
Riau Masih Diselimuti Kabut Asap
Kamis, 17 September 2015 21:33 WIB

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan sejumlah daerah di Riau masih diselimuti kabut asap pekat meski daerah itu sudah tidak terdapat titik api.
Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin di Pekanbaru, Kamis mengatakan terpantau empat daerah yang masih diselimuti kabut asap. "Jarak pandang terburuk terpantau di Pelalawan yang hanya berkisar 300 meter," kata Sugarin.
Sementara itu di Pelalawan dan Dumai pada pukul 16.00 WIB kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih terasa pekat dengan jarak pandang hanya berkisar 500 meter. Di Pekanbaru sendiri kabut asap masih terlihat jelas menjelang petang dengan jarak pandang sekitar 1.200 meter.
Jarak pandang di Riau pada Kamis petang tampak lebih baik dibandingkan pada pagi hari. Pada Kamis pukul 07.00 WIB BMKG merilis jarak pandang di Rengat Kabupaten Indragiri Hulu dan Dumai hanya 100 meter. Sementara di Pelalawan terpantau 200 meter dan Pekanbaru 1.000 meter.
BMKG menyatakan kabut asap pekat di Riau ini masih merupakan kiriman dari provinsi tetangga seperti Jambi dan Sumsel. Pada pukul 16.00 WIB terpantau terdapat 38 titik panas yang menyebar di tiga provinsi di Sumatera.
"Sumsel terpantau sebanyak 31 titik panas, Lampung lima titik panas dan Bangka Belitung dua titik panas," lanjut Sugarin.
"Jika melihat arah angin secara umum dari Selatan ke Utara. Sementara tidak ada titik api terpantau hari ini. Jadi asap ini bisa jadi adalah kiriman provinsi tetangga," ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Kepala BPBD Riau Edwar Sanger yang menjelaskan bahwa pada Selasa pagi tidak terdeteksi adanya titik api. "Sementara di Jambi dan Sumsel terdapat puluhan titik panas dengan arah angin mengarah ke Riau. Otomatis kita dapat limpahan asap," kata Edwar.
Kabut asap di Pekanbaru sendiri membuat Pemerintah Kota Pekanbaru mengambil kebijakan untuk meliburkan pelajar seluruh jenjang pendidikan hingga Sabtu mendatang. Keputusan itu diambil setelah Riau ditetapkan darurat pencemaran udara oleh Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman Senin lalu (14/9).
Pewarta : Anggi Romadhoni
Editor:
Anggi Romadhoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

