Percepat Program Biodiesel Solusi Penurunan Harga Sawit

id percepat program, biodiesel solusi, penurunan harga sawit

Percepat Program Biodiesel Solusi Penurunan Harga Sawit

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Legislator DPRD Riau mendesak segera dilakukan percepatan program konservasi energi biodiesel karena hal itu merupakan solusi menghadapi turunnya harga kelapa sawit akibat turunnya permintaan negara tujuan ekspor.

"Cara satu-satunya agar harga sawit terkontrol oleh pemerintah adalah program biodeisel harus cepat dilaksanakan. Agar produksi sawit itu bisa digunakan untuk biodiesel sehingga harga stabil," kata Anggota DPRD Riau, Masnur di Pekanbaru, Selasa.

Dia mengatakan bahwa sekarang ini pengguna minyak sawit mentah di dunia berkurang karena banyak yang beralih. Sementara kebutuhan dalam negeri untuk minyak makan dinilai juga sudah berlebih.

Oleh karena itulah, harga sawit anjlok sehingga dibutuhkan penggunaannya pada produksi lain. Contohnya minyak sawit yang kuaitasnya bukan untuk minyak goreng bisa dikonversi menjadi solar.

Dengan demikian, petani sawit juga tertolong di tengah menurunnya harga komoditas ini. Saat ini di Riau banyak masyarakat mengeluhkannya karena berimbas pada kehidupan ekonomi.

"Yang menguntungkan sekarang ini karena dolar lagi naik saja, Rp14 ribu. Ini yang menolong, kalau dolar turun semakin jatuh harga minyak mentah sawit," ungkapnya.

Dikatakan politisi Golkar ini, program diversifikasi energi ini sebenarnya juga sudah lama dicanangkan. Sejak era Susilo Bambang Yodhoyono telah ditetapkan target difesifikasi energi oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral.

"Pemerintah harus mau menalangi, karena perannya adalah menjaga keseimbangan. Penting sekali agar biodiesel ini segera mungkin dilaksanakan. Kementrian Pertanian juga bisa membantu," tambahnya.

Pewarta :
Editor: Bayu Agustari Adha
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar