
PDAM Indragiri Hilir Mendesak Dibenahi

Tembilahan, (Antarariau.com) - Perusahaan daerah Air Minum milik Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau "Tirta Indragiri" mendesak untuk dibenahi baik dari sisi kualitas air, pendistribusian serta pengelolaan tagihan pelanggan.
"Untuk itu kita terus mencari figur yang akan menakhodai perusahaan daerah itu agar didapat direksi yang berkualitas sehingga penyediaan air bersih yang dibutuhkan masyarakat bisa terlaksana dengan baik," kata Sekretaris Kabupaten Indragiri Hilir Alimuddin RM di Tembilahan, Minggu.
Persoalan yang dihadapai PDAM Tirta Indragiri saat ini adalah terbatasnya produksi air bersih dibanding kebutuhan warga, air sering macet dan kualitasnya kurang bagus.
Selain itu, tunggakan dari pelanggan juga cukup besar dan bahkan mencapai Rp1 miliar dari sebanyak 14.000 rumah tangga yang dialiri air PDAM. Tunggakan yang cukup besar itu mempengaruhi produksi dan layanan kepada warga.
Terkait dengan upaya mencari direksi tersebut, pihaknya telah melakukan tes kelayakan, namun hanya diikuti satu peserta meski sudah dipublikasikan.
Masalah air minum tak kunjung mampu diatasi manajemen PDAM hingga sepanjang tahun dan pada musim kemarau air bersih sulit didapat.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk di Kabupaten Indragiri Hilir untuk masyarakat, industri, perhotelan dan lain-lain, telah dibangun beberapa instalasi distribusi air bersih. Namun karena perkembangan penduduk air bersih yang tersedia belum lagi memadai.
Oleh karena itu pembangunan sarana air bersih tidak saja di Tembilahan sebagai pusat ibukota melainkan juga telah dibangun pada beberapa kecamatan mengingat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi.
Adapun pengelolaan air bersih khusus untuk kota Tembilahan sumber airnya berasal dari Sungai Indragiri, Kuala Enok, Pulau Kijang, Sapat, Sungai Guntung dan Enok Dalam, dimana prosesnya melalui teknik penyulingan yang memerlukan biaya cukup besar.
"Pemerintah kabupaten juga sudah menyediakan fasilitas hidran umum yang dapat dinikmati oleh masyarakat secara gratis," ujarnya.
Bupati Inhil HM Wardan kini tengah menimbang-nimbang siapa yang layak dan mampu untuk menyembuhkan penyakit kronis yang selama ini dialami PDAM TI agar dapat segera bangkit dari keterpurukannya, khususnya dalam mendistribusikan air yang berkualitas dan berkesinambungan ke warga.
Dengan kondisi PDAM TI saat ini, Bupati mengaku bahwa hampir setiap hari ia menerima keluhan dari masyarakat melalui SMS, baik itu keluhan akan kualitas air yang tidak memuaskan hingga persoalan terputusnya distribusi air kerumah-rumah pelanggan. (Adv)
Pewarta : Syahroni Alby
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

