
Pekanbaru Panen Bawang Hasil Percontohan
.jpg)
Pekanbaru, (Antarariau.com) - Pemerintah Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, melakukan panen bawang merah di lahan seluas tujuh hektare, milik kelompok Kadiran Makmur Jaya, binaan dinas pertanian setempat.
"Ini percontohan kita," kata Kepala Dinas Pertanian, Kota Pekanbaru Edwar di Pekanbaru, Kamis.
Dia menjelaskan, saat ini Pekanbaru berupaya membantu petani untuk menanam tanaman yang sulit ditumbuhkan di Riau, seperti bawang dan cabe merah.
Namun berkat bantuan dan pembinaan ternyata bisa dibuktikan budidaya bawang merah uga di lakukan di wilayah yang terkenal dengan kelapa sawit ini.
Menurutnya, bagi petani tidak ada istilah tidak bisa asal ada kemauan, dan pemerintah akan terus berupaya membantu kelompok tani menambah pengetahuannya dengan mendatangkan penyuluh lapangan yang ahli dari daerah lain.
"Upaya itu kali ini tidak sia-sia, di lahan seluas tujuh hektare yang terletak di Jalan Pesantren Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayan, Pekanbaru, kelompok tani Kadiran Makmur Jaya, berhasil melakukan panen raya bawang merah," ujarnya.
"Projek ini baru mengelola lahan seluas tujuh hektare," tegasnya lagi.
Dia memaparkan, dari modal satu kilogram bibit bawang merah , petani bisa menghasilkan 10 kg hasil panen, sementara untuk tenaga pengolahan lahan, dibutuhkan empat orang perhektarenya.
"Mereka bekerja mulai dari mengolah lahan, penanaman, pembersihan sekalian perawatan dan pemupukan," terangnya.
Masih kata dia, dengan usia tanam kurang dari tiga bulan, bawang sudah bisa dipanen. Jika di hitung hasil panen perhektarnya petani bisa memperoleh keuntungan yang sangat besar tiga sampai empat juta rupiah perorang.
Walikota Pekanbaru Firdaus mengaku sangat bergembira, karena petani bisa membudidayakan bawang merah di Pekanbaru. Dia juga salut atas banyaknya tanaman holtikultura yang dikembangkan petani seperti jagung, cabe rawit, jambu madu dan peternakan seperti sapi serta kambing.
"Para petani ini telah mengikuti pelatihan P4S, semoga semakin menguasai berbagai teknik pertanian dan peternakan," kata dia.
Walikota, menginginkan kota Pekanbaru menjadi kota pintar yang mandiri, ini seiring dengan upaya program swasembada pangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat kota Pekanbaru.
"Kita mempunyai modal manusia yang banyak, daerah yang luas, dan letak yang strategis," katanya.
Pewarta : Vera Lusiana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
.jpg)
