Sengkarut Hari Museum Nasional

id sengkarut hari, museum nasional

Sengkarut Hari Museum Nasional

Jakarta, (Antarariau.com) - Museum, sebagai salah satu elemen penting dalam budaya Indonesia, hingga kini belum memiliki hari peringatan. Seminar Hari Museum yang diadakan 2010 lalu di Yogyakarta sempat mencetuskan satu dari sejumlah pilihan tanggal yang kala itu mengemuka, yakni 24 Desember. Tanggal tersebut diyakini bersejarah karena pada 24 Desember 1957, selang beberapa tahun setelah Indonesia merdeka, pemerintah kala itu membentuk suatu lembaga yang dinamai Bagian Urusan Museum.

Pendirian lembaga yang bernaung di bawah Kementerian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan tersebut menjadi tonggak berdirinya Lembaga Museum Indonesia dan Direktorat Museum. Dewasa ini, lembaga tersebut bertransformasi menjadi Direktorat Permuseuman, di bawah Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Pemerhati budaya Nunus Supardi mengungkapkan adanya hari khusus untuk dijadikan sebagai Hari Museum Nasional diharapkan mampu menumbuhkan minat masyarakat untuk mencintai museum.

“Masyarakat bisa memanfaatkan museum, tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai tempat belajar,” ujarnya dalam diskusi terkait Hari Museum Nasional yang digelar di Museum Kebangkitan Nasional, Rabu (24/12).

Senada dengan Nunus, dosen serta arkeolog dari Universitas Indonesia, Agus Aris Munandar menyatakan penetapan Hari Museum Nasional berimplikasi pada pelbagai aspek, di antaranya terkait titik awal kronologi permuseuman di Indonesia. Dengan demikian, kronologi tersebut dapat menjadi alat bantu untuk mengukur aktivitas permuseuman.

“Selain itu, Hari Museum Nasional juga bisa menjadi pengikat antarmuseum,” tambahnya. Dengan adanya perayaan serempak, maka perbedaan antara museum daerah, museum khusus, museum umum, museum pendidikan, dan banyak museum lainnya, akan berbaur menjadi satu. Meski demikian, hingga saat ini masih timbul pro kontra, salah satunya terkait Hari Raya Natal yang dirayakan tepat sehari setelah tanggal yang kini direncanakan sebagai Hari Museum Nasional, yakni 24 Desember.

Namun, terlepas dari isu tanggal yang dipilih, menurut Kasubid Pengembangan dan Pemanfaatan Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Museum, Dani Wigatna, Hari Museum Nasional nantinya akan meriah setiap tahunnya. “Kalau sudah kami deklarasikan, akan dibuat tagline berbeda agar perayaannya variatif,” tutupnya.