Logo Header Antaranews Riau

Neraca Perdagangan Riau Surplus 1,53 Miliar Dolar

Senin, 1 Desember 2014 15:00 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Neraca perdagangan Provinsi Riau pada Oktober 2014 menglami surplus sekitar 1,53 miliar dolar AS karena kenaikan nilai ekspor, sementara impor menurun.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Mawardi Arsyad, di Pekanbaru, Senin, mengatakan nilai ekspor Riau berdasarkan FOB (free on board) pada Oktober mencapai 1,67 miliar dolas AS atau naik 12,59 persen dibanding bulan sebelumnya.

Sedangkan, nilai impor pada Oktober mencapai 131,3 juta dolar AS atau turun 40,92 persen dibandingkan September lalu.

Menurut Mawardi, nilai ekspor secara kumulatif Januari-Oktober sebesar 14,47 miliar dolar AS atau naik 0,73 persen dibandingkan periode yang sama 2013.

Ia mengatakan ekspor minyak dan gas (Migas) pada Oktober mencapai 462,82 juta dolar AS dan naik 2,61 persen dibandingkan September.

Meski begitu, ekspor Migas secara komulatif mengalami penurunan 11,44 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.

Sedangkan, ekspor nonmigas pada Oktober menapai 1,20 miliar atau naik 16,96 persen dibandingkan September. Ekspor pada Januari-Oktober juga naik 7,11 persen dengan jumlah 10,10 miliar dolar AS.

Ekspor tersebut didominasi oleh komoditas minyak sawit mentah (CPO) yang masuk dalam golongan barang lemak dan minyak hewani/nabati mencapai enam miliar dolar AS. "Kontribusi golongan ini mencapai 59,44 persen dari ekspor nonmigas," ujarnya.

Tempat kedua adalah berbagai produk kimia yang mencapai 1,42 miliar dolar AS, kemudian diikuti oleh bubur kayu (pulp) 1,09 miliar dolar AS, serta kertas dan karton 1,07 miliar dolar AS.

"Ekspor nonmigas selama Januari-Oktober paling tinggi ke Tiongkok sebesar 1,87 miliar dolar AS, diikuti oleh India 1,64 miliar dolar AS, dan Malaysia 623 juta dolar AS," katanya.

Sementara itu, Mawardi mengatakan impor migas Riau pada Oktober mencapai 38,38 juta dolar AS atau turun 13,97 persen dibandingkan September. Impor nonmigas juga turun 47,69 persen dengan nilainya sebesar 92,92 juta dolar AS.

Secara terpisah, Pemimpin Bank Indonesia Perwakilan Riau Mahdi Muhammad mengatakan perekonomian Riau pada tahun depan diproyeksikan akan tumbuh lebih baik di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya pulih.

Menurut dia, prediksi membaiknya ekonomi Amerika Serikat tahun depan menjadi salah satu faktor pendorong eksternal pertumbuhan ekonomi.

"Ketika Tiongkok ekonomi belum pulih dan stabil, sementara Amerika Serikat membaik, maka ekonomi kita masih akan tumbuh dalam taraf "moderate" pada tahun depan," kata Mahdi.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026