
Krisis Rumah Sakit di Gaza: 76 Persen Alat Pencitraan Medis Lumpuh

Gaza, Palestina (ANTARA) - Di rumah-rumah sakit di seluruh Jalur Gaza, alat pencitraan medis yang tidak berfungsi tercatat mencapai 76 persen, mengancam nyawa ribuan pasien dan orang yang mengalami cedera, kata seorang pejabat medis setempat pada Selasa (19/5).
Ibrahim Abbas, direktur Unit Pencitraan Medis otoritas kesehatan yang berbasis di Gaza, dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa layanan pencitraan di rumah sakit yang masih beroperasi di Gaza menghadapi "tantangan serius dan kritis."
Baca juga: Terjebak Konflik Gaza, Puluhan Perempuan Desak Perbatasan Dibuka
Menurut dia, 76 persen alat pencitraan medis tidak lagi berfungsi, sementara 24 persen sisanya merupakan perangkat lama dan usang yang secara teknis sangat sulit untuk dioperasikan.
Pemeliharaan rutin hampir terhenti akibat pembatasan masuknya suku cadang yang diperlukan untuk perbaikan, tuturnya, seraya memperingatkan bahwa layanan pencitraan di seluruh wilayah kantong tersebut dapat kolaps sepenuhnya kapan saja.
Seluruh layanan MRI di Gaza telah terhenti usai sembilan mesin MRI hancur akibat konflik yang masih berlangsung. Sementara itu, hanya ada lima dari 18 pemindai CT di wilayah kantong tersebut yang masih beroperasi, lanjut Abbas.
Baca juga: PBB Soroti Penculikan Aktivis Flotilla Gaza oleh Israel
Dari 88 mesin sinar-X yang tersedia sebelum konflik, hanya 33 yang masih berfungsi, dan dari 16 perangkat pencitraan fluoresensi yang diperlukan dalam prosedur bedah kompleks, tinggal lima yang masih dapat digunakan.
Abbas memperingatkan bahwa gangguan yang terus berlanjut terhadap layanan pencitraan medis menghambat tindakan medis penyelamatan nyawa dan berpotensi kian memperburuk kondisi kesehatan ribuan orang yang terluka dan sakit di Gaza.
Pewarta : Xinhua
Editor:
Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026

