Logo Header Antaranews Riau

PBB Soroti Penculikan Aktivis Flotilla Gaza oleh Israel

Rabu, 20 Mei 2026 11:03 WIB
Image Print
Pewarta foto senior, Yogi Ardhi memegang foto Pewarta Foto Republika Thoudy Badai salah satu jurnalis yang diculik Israel dalam misi Global Sumud Flotilla saat mengikuti aksi solidaritas bagi WNI dan Jurnalis di Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Selasa (19/5/2026). (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/agr)

Hamilton, Kanada (ANTARA) - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Selasa menyatakan "amat prihatin" atas nasib dan keselamatan para aktivis Global Sumud Flotilla (GSF) setelah pasukan Zionis Israel menyergap seluruh kapal dalam konvoi kemanusiaan ke Jalur Gaza itu.

"Kami sangat prihatin atas keselamatan semua orang di kapal. Mereka harus dilindungi, dan mereka harus dipastikan tetap aman," kata Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers.

Baca juga: PBB Ungkap Krisis Dana Hambat Bantuan Kemanusiaan di Palestina

"Hukum internasional di laut lepas harus dipatuhi," ucap dia, menambahkan.

Saat ditanya apakah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres akan menegaskan penculikan aktivis flotilla tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, Dujarric mengatakan masih perlu meninjau lebih jauh saat ini.

"Tetapi hal tersebut tampaknya tidak dilakukan dengan mengindahkan hukum internasional secara penuh," ucap jubir Sekjen PBB itu.

Dujarric juga menyerukan kembali kepada rezim Zionis agar tidak lagi membatasi bantuan kemanusiaan yang memasuki Jalur Gaza.

Baca juga: PBB: Warga Gaza Strip Makin Membutuhkan Dukungan Konseling Psikologis

"Ingatlah bahwa cara terbaik menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza adalah melalui jalur resmi, dan supaya semakin banyak bantuan yang masuk, Israel harus menyingkirkan berbagai rintangan dan batasan yang ada, yang tak memungkinkan kami membawa masuk bantuan yang diperlukan," ujar Dujarric.

Jubir Sekjen PBB turut menyoroti kelangkaan kritis suku cadang instalasi generator daya dan stasiun pompa, menumpuknya sampah padat, dan kurangnya material yang diperlukan untuk membangun kembali tempat tinggal berskala besar di Jalur Gaza yang masih dikepung tersebut.


Sumber: Anadolu




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026