
20 traktor roda empat bantuan Kementan RI tiba di Siak, pompanisasi masih diusahakan

Siak, Riau, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak, Provinsi Riau, menerima bantuan alat mesin pertanian (alsintan) sebanyak 20 unit traktor roda empat dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia tahun anggaran 2026 senilai Rp8,7 miliar.
Bupati Siak Afni Z menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Gapoktan dan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) pada empat kecamatan di Siak, Kamis. UPJA yang diberikan merupakan yang aktif dan memiliki lahan pertanian luas.
"Alhamdulillah, kita dapat lebih cepat. Nah ini adalah realisasi dari janjinya bapak menteri pertanian yang disampaikan tahun lalu. Kemudian kita dapat tambahan 2 unit lagi," kata Afni.
Sebanyak empat kecamatan yang mendapatkan bantuan itu yakni Bungaraya, Sabak Auh, Sungai Apit, dan Sungai Mandau. Distribusi alsintan diharapkan memperkuat mekanisasi pertanian, meningkatkan efisiensi usaha tani, serta mendukung swasembada pangan di Kabupaten Siak.
Ia menegaskan, bantuan itu menjadi bukti konkret perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di daerah. Sekaligus hasil sinergi berbagai pihak, yang ikut memperjuangkan kebutuhan petani Kabupaten Siak.
Pemerintah daerah lanjutnya tetap berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi masyarakat. Ia juga memastikan bahwa bantuan alsintan itu bukan yang terakhir.
“Bantuan ini bukan yang terakhir. Kita masih terus berjuang. Kita mengusulkan lebih dari 300 unit alsintan. Yang terealisasi hari ini sekitar 30 unit secara bertahap, Insya Allah masih ada lagi," katanya menegaskan.
Tak hanya itu, Afni turut menyoroti persoalan mendasar yang dihadapi petani, khususnya ketersediaan air di wilayah sentra produksi seperti Bungaraya dan Sabak Auh. Menurut dia, keterbatasan infrastruktur air menjadi tantangan serius yang membutuhkan solusi jangka panjang.
“Kita terus berusaha mencari solusi konkrit dan jangka panjang terkait persoalan air petani terutama di wilayah yang sawahnya luas seperti Bungaraya, Sabak Auh. Kita minta bantuan pompanisasi karena sumur kita itu hanya mampu sekitar 10 hektar saja,” katanya.
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor:
Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026

