Logo Header Antaranews Riau

PM Lebanon Serukan Persatuan Nasional di Tengah Kobaran Perang

Senin, 13 April 2026 12:05 WIB
Image Print
Foto yang diambil pada 9 April 2026 menunjukkan bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Zrariyeh, Lebanon selatan. (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho)

Beirut (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Lebanon Nawaf Salam pada Minggu (12/4) mengatakan Lebanon sedang berupaya menghentikan perang yang tengah berlangsung dan menekankan perlunya menjaga persatuan nasional serta membangun kembali negara itu, demikian dilaporkan National News Agency Lebanon.

Salam menyampaikan pernyataan itu saat memperingati hari peringatan pecahnya Perang Saudara Lebanon pada 13 April 1975.

Baca juga: Indonesia Kutuk Serangan Israel di Lebanon, Tekankan Pentingnya Redam Konflik

Tujuannya, kata dia, bukan hanya untuk mencegah kembalinya perang saudara, tetapi juga untuk membangun negara yang adil, kuat, dan bersatu bagi semua pihak.

Dia menyoroti pentingnya menerapkan sepenuhnya Perjanjian Taif, seraya menyerukan perbaikan setiap penerapan yang menyimpang dari isi dan semangat perjanjian tersebut.

Perjanjian Taif, yang dinegosiasikan di Arab Saudi pada 1989 dan disetujui pada tahun yang sama, mengakhiri perang saudara yang berlangsung selama 15 tahun di Lebanon dan mengukuhkan kembali otoritas pemerintah Lebanon di wilayah selatan.

Hizbullah terlibat dalam konflik Amerika Serikat (AS)-Israel-Iran pada 2 Maret dengan meluncurkan sejumlah roket dari wilayah selatan Lebanon ke arah Israel untuk pertama kalinya sejak gencatan senjata pada 27 November 2024, yang memicu Israel untuk melancarkan kampanye militer intensif yang menargetkan berbagai wilayah di seluruh negara itu.

Baca juga: Israel Gempur Lebanon, Iran Pilih Tunda Misi Penting ke Islamabad

Iran dan AS menyetujui gencatan senjata pada Rabu (8/4). Israel menyatakan pihaknya akan mematuhi gencatan senjata tersebut, namun berpendapat bahwa perjanjian itu tidak berlaku untuk Lebanon. Pernyataan tersebut ditolak oleh Iran dan mediator Pakistan.

Serangan Israel terhadap Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan 2.055 orang dan melukai 6.588 lainnya, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Pusat Operasi Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (Public Health Emergency Operation Center) Lebanon pada Minggu (12/4).



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026