Logo Header Antaranews Riau

Harimau sumatra muncul di areal PT PHR Lapangan Duri, aumannya terdengar

Selasa, 7 April 2026 17:02 WIB
Image Print
Tim BBKSDA Riau dan pengamanan PT PHR ketika mengecek lokasi kemunculan harimau sumatera. ANTARA/HO-BBKSDA Riau

Pekanbaru, (ANTARA) - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memasang kamera pemantau (camera trap) di titik strategis untuk memantau keberadaan harimau sumatra yang dilaporkan terlihat di areal PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau Ujang Holisudin mengatakan, berdasarkan identifikasi dari sumber video yang beredar, benar bahwa satwa tersebut seekor harimau sumatra dengan estimasi usia dewasa.

"Tim telah melakukan pengambilan dokumentasi pemantauan udara menggunakan drone serta titik koordinat sebagai dasar untuk tindakan mitigasi lebih lanjut," katanya di Pekanbaru, Selasa.

Dia mengaku menerima laporan dari PT PHR pada Minggu (5/4) terkait kemunculan seekor harimau sumatra. Lokasi persisnya berada di DSF 125 Tonggak 8, Duri Field, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Tim BBKSDA Riau kemudian berkoordinasi dengan PT PHR termasuk dengan salah satu karyawannya yang mengaku bertemu dengan harimau sumatra di Tonggak 8, Duri Field dan sempat mengambil gambar.

"Tim yang terdiri atas personel BBKSDA Riau dan pihak keamanan PT PHR secara bersama-sama melakukan mitigasi dan identifikasi lapangan. Dalam proses pengecekan di lapangan, tim mendengar suara auman harimau di sekitar lokasi awal perjumpaan," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi keselamatan dan menghindari kontak fisik, tim memutuskan untuk bergeser sejauh lebih kurang 500 meter dari titik suara guna melakukan pemantauan lebih lanjut.

"Balai Besar KSDA Riau juga telah menurunkan tim medis sebagai langkah antisipasi kondisi darurat untuk siaga bersama tim di lapangan dan akan terus berkoordinasi dengan PT PHR dan melakukan penilaian risiko konflik satwa liar sebagai upaya penetapan tindakan dan mitigasi lebih lanjut," ujarnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026