Logo Header Antaranews Riau

Houthi Yaman Siap Turun Tangan, Isyarat Intervensi di Konflik AS-Iran Menguat

Jumat, 27 Maret 2026 11:19 WIB
Image Print
Arsip - Orang-orang menonton layar besar yang menayangkan pemakaman mereka yang tewas dalam serangan udara Israel ke kelompok Houthi di Sanaa, Yaman, Senin (20/10/2025). (ANTARA/Xinhua/Mohammed Mohammed/aa)

Sanaa, Yaman/Istanbul (ANTARA) - Pemimpin kelompok Houthi Yaman, Kamis (26/3), menyatakan bahwa posisinya "tidak netral" terkait perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, seraya memperingatkan bahwa ia akan melakukan intervensi militer jika diperlukan.

"Kami tidak netral, tetapi posisi kami berasal dari rasa memiliki terhadap Islam dan negara Islam. Setiap perkembangan yang terjadi di lapangan akan ditanggapi dengan sikap militer jika diperlukan, seperti pada putaran sebelumnya," kata Abdul-Malik al-Houthi dalam pidato yang disiarkan televisi Al-Masirah milik kelompok tersebut.

Baca juga: Menhan Ungkap Sikap Jerman: Pilih Jauhi Konflik Timur Tengah

Dia mengatakan serangan Amerika dan Israel terhadap Iran telah merugikan kepentingan ekonomi negara-negara di dunia serta keamanan dan stabilitas regional. Abdul Malik menyebut serangan itu tidak dapat dibenarkan.

"Perkembangan di kawasan ini selama beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel bekerja untuk melaksanakan rencana zionis yang menargetkan semua negara di kawasan ini, dengan tujuan mengubah Timur Tengah dan menciptakan Israel Raya," katanya.

Houthi, yang didukung Iran, menguasai sebagian besar provinsi di Yaman, termasuk Ibu Kota Sanaa, sejak tahun 2014.

Kelompok itu sempat melakukan serangan rudal dan drone terhadap Israel dan kapal-kapal yang melintas di Laut Merah sebagai balasan atas serangan mematikan Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 72.000 orang sejak Oktober 2023.

Baca juga: Arab Saudi Apresiasi Resolusi Tegas Dewan HAM PBB terhadap Serangan Iran Amerika dan Israel telah melakukan serangan udara terhadap Iran sejak akhir Februari, yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Iran telah membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, bersama dengan Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk, yang menampung aset militer milik Amerika hingga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Sumber: Anadolu



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026