Logo Header Antaranews Riau

Mesir Dorong Deeskalasi Ketegangan Timur Tengah Bersama Sejumlah Negara

Kamis, 26 Maret 2026 12:39 WIB
Image Print
Arsip foto - Sejumlah warga kota membentangkan poster saat aksi unjuk rasa menentang serangan AS-Israel terhadap Iran, di New York, Amerika Serikat, Sabtu (28/2/2026). (ANTARA FOTO/Xinhua/Zhang Fengguo/nz)

Kairo (ANTARA) - Mesir saat ini bekerja sama dengan sejumlah negara, termasuk Rusia, untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Mesir Badr Abdelatty.

"Kami berupaya melakukan deeskalasi ketegangan di kawasan ini dengan pihak-pihak regional dan internasional, seperti Pakistan, Turki, negara-negara Teluk, Amerika Serikat, Rusia, China, dan Uni Eropa," kata Abdelatty pada konferensi pers di Kairo.

Baca juga: Iran Perisai Pulau Kharg, Sinyal Kesiapan Hadapi Serangan Darat AS

Selasa (24/3), New York Times mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya bahwa Washington telah menyerahkan 15 poin rencana kepada Teheran untuk menyelesaikan konflik Timur Tengah, seiring dengan meningkatnya dampak konflik terhadap perekonomian Amerika.

Sementara itu, stasiun televisi Iran Press TV, yang mengutip sebuah sumber, melaporkan bahwa Iran menolak proposal Amerika untuk mengakhiri konflik.

Pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.

Baca juga: Sekjen PBB: Konflik Timur Tengah sudah di luar kendali

Amerika dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka itu diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran. Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026