Logo Header Antaranews Riau

Perang di Timur Tengah, AS Lepas Cadangan Minyak 172 Juta Barel untuk Stabilisasi Pasar

Kamis, 12 Maret 2026 13:16 WIB
Image Print
Ilustrasi - Kapal tanker melintas di Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.)

Tokyo (ANTARA) - Amerika Serikat pada Rabu (11/3) mengatakan akan melepaskan 172 juta barel minyak bumi dari cadangan daruratnya, mulai minggu depan, dalam upaya menurunkan harga energi, yang melonjak akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Jumlah tersebut merupakan bagian dari pelepasan terkoordinasi sebesar 400 juta barel minyak yang dilakukan oleh 32 anggota Badan Energi Internasional (IEA) pada hari sebelumnya, menurut Menteri Energi AS Chris Wright.

Baca juga: Penyelidikan Awal: Rudal AS Diduga Hantam SD di Iran, Puluhan Anak Jadi Korban

Pengeluaran Cadangan Minyak Strategis AS diperkirakan akan memakan waktu sekitar 120 hari.

“Mereka (Iran) telah memanipulasi dan mengancam keamanan energi Amerika dan sekutunya,” kata Wright dalam sebuah pernyataan.

“Di bawah kepemimpinan Presiden Trump, masa-masa seperti itu akan segera berakhir,” lanjutnya dalam pernyataan itu.

Baca juga: Iran Ancam Terus Hujani Rudal AS dan Israel "Selama Diperlukan"

Aksi kolektif di bawah IEA ini adalah yang pertama sejak 2022, ketika Rusia memulai invasi besar-besaran ke Ukraina.

Pelepasan 400 juta barel minyak dari cadangan darurat 32 negara – termasuk banyak negara Eropa, serta Jepang dan Korea Selatan – akan menjadi preseden yang terbesar yang pernah ada.

Sumber: Kyodo




Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026