Logo Header Antaranews Riau

Macron Tegas: Prancis Tolak Aksi Militer AS dan Israel

Rabu, 4 Maret 2026 14:42 WIB
Image Print
Macron mengonfirmasi bahwa kapal induk Prancis Charles de Gaulle dikirim ke Laut Mediterania sebagai respons terhadap memburuknya situasi di kawasan tersebut. Kapal itu sebelumnya berada di Swedia untuk latihan militer. (ANTARA/Xinhua.)

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Selasa (3/3) mengatakan bahwa operasi militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel melanggar hukum internasional dan tidak dapat dibenarkan oleh Prancis.

Dalam pidato yang disiarkan di televisi mengenai situasi di Iran dan Timur Tengah, Macron mengatakan konflik yang dipicu oleh serangan yang dilakukan AS dan Israel kini meluas ke seluruh kawasan tersebut, sehingga menimbulkan konsekuensi serius bagi perdamaian dan keamanan.

Macron mengonfirmasi bahwa kapal induk Prancis Charles de Gaulle dikerahkan ke Laut Mediterania sebagai respons atas memburuknya situasi di kawasan tersebut. Kapal itu sebelumnya berada di Swedia untuk mengikuti latihan militer.

Macron juga mengumumkan bahwa dua penerbangan pertama yang memulangkan warga negara Prancis dari Timur Tengah yang dilanda perang akan tiba di Paris pada Selasa malam waktu setempat. ANTARA/Xinhua.

Macron juga mengumumkan bahwa dua penerbangan pertama yang memulangkan warga negara Prancis dari Timur Tengah yang dilanda perang akan tiba di Paris pada Selasa malam waktu setempat.

Presiden Prancis itu menambahkan bahwa Prancis telah merespons dengan segera, menembak jatuh drone "dalam pembelaan yang sah" sejak "jam-jam pertama konflik" yang melibatkan Israel, AS, dan Iran.

Pada Minggu, Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin mengatakan di media sosial bahwa sebuah hanggar di pangkalan angkatan laut Prancis, yang lokasinya bersebelahan dengan pangkalan Uni Emirat Arab (UEA), terkena serangan drone yang menyasar pelabuhan Abu Dhabi. Kerusakan terbatas pada kerugian material, dan tidak ada laporan korban luka.



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026