Logo Header Antaranews Riau

Data CPJ 2025: 129 Jurnalis Tewas, Mayoritas Disebut Dibunuh Israel

Kamis, 26 Februari 2026 11:54 WIB
Image Print
Arsip foto - Jurnalis menjadi korban tewas dalam serangan Israel di Jalur Gaza, Palestina. (ANTARA/Anadolu/py.)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 129 jurnalis media dibunuh saat menjalankan tugasnya sepanjang tahun 2025, dengan dua per tiga dari mereka dibunuh oleh Zionis Israel, demikian menurut laporan tahunan organisasi jurnalis dunia, Rabu.

Menurut laporan Committee to Protect Journalists (CPJ), Israel bertanggung jawab atas dua per tiga dari total pembunuhan wartawan sepanjang tahun 2025 yang mereka lakukan saat agresi militernya di Jalur Gaza.

Baca juga: Serangan Pemukim Ilegal: Rumah dan Mobil Warga di Tepi Barat Terbakar

Lebih dari 60 persen dari 86 insan pers yang dibunuh oleh Israel itu adalah wartawan Palestina yang melakukan tugas jurnalistik dari Gaza, kata laporan tersebut.

Catatan ini menandai jumlah pembunuhan wartawan tertinggi dalam dua tahun berturut-turut -- lebih tinggi dari angka 126 pada 2024 -- sejak organisasi yang berbasis di New York tersebut mulai mengumpulkan data keselamatan wartawan pada 1992.

"Serangan terhadap media adalah indikator penting atas serangan terhadap kebebasan lainnya, dan sangat banyak langkah yang harus diambil untuk mencegah pembunuhan tersebut serta menghukum para pelakunya," kata CEO CPJ Jodie Ginsbreg.

"Kita semua terpapar risiko ketika jurnalis kehilangan nyawa saat membuat laporan berita mereka," ucap dia, menambahkan.

Lebih lanjut, Filipina, dengan tiga kasus pembunuhan jurnalis pada 2025, menempatkan negara itu pada peringkat teratas di Asia dan peringkat kelima dari semua negara dalam daftar.

Baca juga: Gelombang Kecaman Global: Hampir 20 Negara dan Organisasi Kutuk Israel di Tepi Barat

Semua wartawan yang dibunuh di Filipina tahun lalu tewas ditembak, termasuk wartawan senior Juan Dayang.

Sumber: Kyodo



Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2026