Logo Header Antaranews Riau

Jefry Noer: Teknis Tiga Zero Dipertajam

Selasa, 4 Februari 2014 19:46 WIB
Image Print

Bangkinang, (Antarariau.com) - Bupati Kampar Jefry Noer kembali merinci strategi yang sudah dan sedang dilakukan oleh Pemkab Kampar untuk mewujudkan zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh, akhir tahun ini. Dia juga menagih hasil mapping para camat tentang persentasi kemiskinan hingga akhir tahun 2013.

Akhir 2012 kita sudah mengumumkan bahwa persentase kemiskinan di Kampar sudah menurun dari 22,51 persen menjadi 19,48 persen. Nah, pas puncak HUT Kampar Kamis nanti, saya mau paparkan berapa penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kampar hingga akhir tahun 2013," katanya dalam rapat terbatas tim zero kemiskinan bersama camat, Kepala Bagian dan Satuan Kepala Kerja Perangkat Dinas yang terkait dengan tim tiga zero di lantai III Kantor Bupati Kampar di Bangkinang, Selasa (4/2).

Di samping Jefry ada Sekda Kampar Zulfan Hamid dan Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kampar, Aliman Makmur.
Awal 2012 lalu Pemkab Kampar me-mapping orang-orang miskin di seluruh daerahnya. Indikator yang dipakai adalah indikator bikinan Pemkab Kampar sendiri.

Yang punya anak dua berpenghasilan Rp 1,3 juta dan yang punya anak lebih dari dua berpenghasilan Rp 1,5 juta, adalah masuk kategori miskin.
Gara-gara membikin indikator sendiri itulah makanya persentase kemiskinan di Kampar membengkak dari angka kemiskinan versi Badan Pusat Statistik yang hanya di kisaran angka 11 persen.

Jadi, lantaran angka-angka itu akan diumumkan kepada publik, Jefry minta hasil mapping para camat itu benar-benar akurat. Jangan asal-asalan. "Sebab kalau sampai salah mapping, bisa berantakan semua," Jefry mengingatkan.

Lantas data-data kemiskinan tadi kata Jefry bisa sekaligus menjadi database. Berdasarkan data base inilah kelak peserta pelatihan Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) direkrut. "Kalau berdasarkan database, semuanya akan terukur. Jangan dibujuk mereka ikut pelatihan. Tapi ceritakan saja apa prospek ikut pelatihan itu. Sekaligus ceritakan apa misi Pemkab Kampar untuk masyarakat. Kalau mereka mau merubah hidup, mereka pasti mau ikut pelatihan," katanya.

Biar warga di kecamatan dan desa semangat, mestinya kades dan camat memberi contoh. Halaman kantor yang cukup luas bisa ditanami cabai ataupun bawang. "Tunjukkan kalau tanaman itu subur dan panennya bagus. Biar itu jadi pemancing semangat mereka untuk ikut berusaha," Jefry mengarahkan.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026