
Komplotan Perampok Rp 1,7 Miliar Masih Diburu

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Aparat Kepolisian Daerah Riau masih mengejar komplotan perampok menggunakan senjata api yang berhasil menggasak uang tunai Rp1,7 miliar milik mitra PT Surya Agroloka Reksa (SAR), Kuantan Singingi.
"Kami telah membentuk tim khusus untuk mengejar para pelaku yang memang diduga suatu komplotan atau bukan perorangan," kata Kapolres Kuantan Singingi Ajun Komisaris Besar Bayu Aji Irawan dihubungi dari Pekanbaru, Selasa siang.
Informasi kepolisian menyebutkan, bahwa peristiwa perampokan di Kuantan Singingi tersebut terjadi pada Senin (16/12).
Ketika itu, menurut polisi, sejumlah kelompok tani yang bermitra dengan PT SAR tengah menghitung uang senilai Rp1,7 miliar sebagai gaji satu bulan bekerja para pekerja.
"Saat itu kemudian kawanan perampok ini datang dan menodongkan senjata api terhadap para korban, bahkan pelaku beberapa kali meletuskan pistolnya sebagai ancaman dari pelaku," katanya.
Sampai saat ini, kata dia, tim masih terus bekerja untuk mengumpulkan informasi terkait keberadaan para pelaku itu.
"Secepatnya, mudah-mudahan para pelaku ini dapat ditangkap. Ada beberapa lokasi yang kami curigai sebagai tempat persembunyian para pelaku dan masih sedang disisir," katanya.
Kejahatan dengan para pelaku menggunakan senjata api marak terjadi di berbagai wilayah kabupaten/kota di Riau.
Kepolisian Daerah Provinsi Riau telah berhasil mengungkap 17 kasus perampokan atau kejahatan dengan kekerasan menggunakan senjata api dalam kurun waktu Januari-September 2013.
"Kejahatan dengan kekerasan menggunakan senjata api ini terjadi di sejumlah wilayah kabupaten dan kota di Riau. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, kasusnya meningkat," kata Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Riau Kombes Pol Daniel Silitonga.
Ia menjelaskan, kasus kejahatan menggunakan senjata api diindikasi marak terjadi akibat peredaran atau perdagangan senjata yang terselubung.
Hal itu menurut dia, cukup menyulitkan dalam hal pengawasan sehingga senjata api kerap jatuh ke tangan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk kemudian digunakan untuk berbagai aksi kejahatan.
Dari beberapa kasus perampokan bersenjata api yang berhasil diungkap, demikian Silitonga, pelakunya mengakui mendapatkannya dari tangan pengedar yang berada di luar Riau seperti Palembang dan Medan.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

