Logo Header Antaranews Riau

Hotspot Tetap Bermunculan Meski Hujan

Selasa, 26 Maret 2013 08:30 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau.com) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Stasiun Pekanbaru menyatakan sebanyak tujuh titik panas atau "hotspot" terdeteksi oleh satelit NOAA 18 di daratan Riau saat wilayah ini dilanda hujan.

"Kejadian itu terpantau pada Sabtu (23/3) di mana menurut citra satelit awan memang hampir seluruh wilayah Riau dilanda hujan secara merata," kata Analis BMKG Stasiun Pekanbaru Aristya Ardhitama di Pekanbaru, Senin.

Ketujuh titik panas tersebut kata dia tersebar di empat wilayah kabupaten meliputi Bengkalis dan Siak masing-masing satu titik panas, kemudian Indragiri Hilir sebanyak dua titik dan Pelalawan ada tiga 'hotspot'.

"Namun tidak diketahui, apakah titik panas tersebut merupakan titik panas baru atau memang sisa pada hari sebelumnya," kata dia.

Sementara pada Minggu (24/3), demikian Aristya, titik panas di Riau memang cenderung menurun yakni hanya ada dua titik.

Aristya mengatakan, kemunculan 'hotspot' pada akhir Maret ini bakal terus berkurang mengingat sebagian besar Riau akan mulai memasuki puncak musim hujan periode pertama pada 2013.

"Pada April, sebagian besar wilayah di Indonesia termasuk Riau memang tengah memasuki puncak musim hujan periode pertama 2013," katanya.

Dilihat dari pantauan secara umum, demikian Aristya, pada akhir Maret cuaca cenderung tidak stabil atau curah hujan bisa saja tinggi sewaktu-waktu namun tidak merata.

Walau demikian, kata dia, dominannya pada Maret, sebagian besar wilayah di Riau cenderung panas atau berawan dan sangat minim curah hujan.

Curah hujan cukup tinggi menurut dia, akan terjadi pada pekan kedua pada April hingga memasuki pekan pertama Mei 2013.

Dua pekan pada Mei mendatang, kata dia, curah hujan di sebagian besar Indonesia khususnya Riau kembali berkurang namun tetap terjadi dan cukup merata.

Namun memasuki pekan terakhir pada Mei, kata Aristya, sebagian besar Riau akan memasuki masa pancaroba atau peralihan musim.

"Ketika peralihan musim itu, sejumlah peristiwa ekstrem berpotensi terjadi. Namun BMKG tidak bisa mendeteksinya secara dini, tergantung kondisi cuaca," katanya. ***4***



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026