
Kecamatan Kampar Rawan Narkoba
Rabu, 20 Maret 2013 07:50 WIB

Bangkinang, (antarariau.com) - Camat Kampar Adnan, S.Sos mengaku sangat dilematis melihat fenomena kenakalan remaja sudah semakin mengkhawatirkan di wilayah kerjanya dan bahkan di halaman kantor camat pernah ditemukan bong (alat hisap shabu-shabu) dan pemuda sedang melakukan transaksi narkoba.
Ia menyampaikan, problem yang sedang dihadapi generasi muda berupa kenakalan remaja yang sudah sampai menjadi pengguna narkoba semakin mengkhawatirkan. “Problem besar yang saya hadapi di Kampar ini, adalah bagaimana mengatasi kenakalan remaja yang sudah menjadi-jadi dan sangat mengkhawatirkan. Mereka generasi penerus bangsa ini dan apa jadinya kalau sudah diperbudak narkoba," jelas Adnan ditemui di ruang kerjanya, Selasa.
Peristiwa itu sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian setempat, namun sayangnya pemuda tersebut sudah kabur duluan, dan dirinya tidak mengetahui siapa pemuda-pemuda itu. "Mungkin juga bukan warga setempat," ucapnya.
Adnan mengatakan, setiap malam, banyak pemuda-pemudi nongkrong di halaman kantor camat karena tidak ada pagar pembatas mereka bisa masuk. Biasanya mereka berkumpul lewat pukul 23.00 WIB dan ada yang asyik pacaran.
Ia merasa sudah geram dan kehabisan akal bagaimana cara mengatasi perilaku pemuda-pemudi yang tidak dikenalinya itu, “Saya pernah menegur mereka agar tidak nongkrong atau pacaran di kantor camat, namun dibilang baik-baik, mereka tidak terima, esok harinya sudah ada kaca dan pot-pot bunga yang pecah, ini bukti mereka marah ditegur. Keterlaluan pemuda sekarang tidak seperti dulu, melawan kalau dinasehat atau ditegur,“ ucapnya.
Oleh karena itu, kata Adnan, pembangunan pagar kantor camat ini sangat diperlukan, untuk membatasi orang masuk pada malam hari, sebab pemuda-pemudi sering berkumpul dan pacaran pada saat sudah sepi. Karena tidak ada pembatas mereka bebas keluar masuk dan sulit untuk dicegah. Apalagi pada Sabtu dan Minggu, keseesokan harinya sampah-sampah berserakan di halaman kantor.
Adnan mengakui wilayah Kecamatan Kampar ini rawan narkoba, sebulan yang lalu, diketahui hasil tes urine pihak BNK Provinsi dan Kampar, sebanyak 75 pemuda dan remaja yang positif pemakai narkoba, di Desa Ranah. “Camat sendiri tidak tahu kapan BNK turun, ini baru contoh dari satu desa, bagaimana desa-desa lain. Apa yang dilakukan pemuda itu jadi momok buat masa depan dan bangsa ini bisa hancur,“ jelasnya.
Dalam persoalan ini, lanjut Adnan, pengawasan orang tua terhadap anak-anak mereka sangat menentukan, tidak ada pengawasan yang paling pas kecuali oleh orang tua masing-masing. Ia mengatakan persoalan ini bukan menjadi tanggungjawab camat, kades atau pemerintah daerah, tetapi merupakan tanggungjawab bersama.
Selaku Camat, Adnan mengaku sudah sering menyampaikan pengumuman pada saat apel kerja, di masjid-masjid, tidak pernah putus, namun kenakalan remaja masih banyak dan membutuhkan perhatian serius bagi semua pihak. Antisipasi ortu kuncinya dan maghrib mengaji merupakan filter dari semua kelakuan yang tidak baik.
Pewarta : Bangkinang, (antarariau.com) - Camat Kampar Adnan, S.Sos mengaku sangat dilematis melihat feno
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

